KARAKTER.co, BONTANG – Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin, menanggapi rencana Pemkot terkait pembangunan panggung utama dan kios di kawasan wisata Bontang Kuala.
Pekerjaan tersebut dijadwalkan mulai pertengahan Juni hingga akhir Desember 2025 dengan anggaran mencapai Rp5,2 miliar.
Alfin mengakui bahwa pembangunan ini akan memakan waktu cukup lama, yakni sekitar enam bulan.
Politisi muda Golkar itu pun menyoroti potensi dampak terhadap para pedagang kecil yang sehari-hari menggantungkan penghasilan di area tersebut.
“Kalau bicara soal dampak, pasti ada dampak ke pedagang, terutama UMKM yang berdagang di sana,” katanya saat ditemui, Selasa 27 Mei 2025.
Menurutnya, penting untuk memikirkan strategi yang tepat agar para pedagang tidak terlalu dirugikan.
Salah satu usulan yang ia sampaikan adalah terkait pola pengerjaan proyek agar tidak langsung menutup semua area sekaligus.
“Sebenarnya tinggal diskusi saja dengan kontraktornya. Kerjakan di ujung dulu, setelah itu sebelah kiri. Intinya bertahap tanpa harus langsung menutup semua,” jelasnya.
Ditanyakan, apakah pedagang bisa direlokasi. Alfin mengakui bahwa opsi relokasi pedagang selama pembangunan berlangsung cukup sulit untuk direalisasikan.
“Kalau mau relokasi di sekitar Bontang Kuala itu memang tidak ada tempat yang cocok. Karena di situ pemukiman warga semua. Kalau mau relokasi, ya harus keluar dari Bontang Kuala,” ucapnya.
Ia mencontohkan pengalaman saat pembangunan kawasan Lang-Lang, di mana pedagang sempat dipindahkan sementara ke seberang lokasi pembangunan.
“Waktu di Lang-Lang kan pekerjaannya di sini, mereka pindah ke sana. Setelah sini selesai, pindah lagi. Jadi model seperti itu yang mungkin bisa diterapkan,” pungkasnya. (Adv)












