{"id":150,"date":"2021-05-04T06:57:37","date_gmt":"2021-05-04T06:57:37","guid":{"rendered":"https:\/\/karakter.co.id\/?p=150"},"modified":"2025-06-25T04:30:06","modified_gmt":"2025-06-25T04:30:06","slug":"anaknya-jadi-korban-sate-beracun-driver-ojol-ini-trauma-belum-mau-narik-ojek-lagi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/2021\/05\/04\/anaknya-jadi-korban-sate-beracun-driver-ojol-ini-trauma-belum-mau-narik-ojek-lagi\/","title":{"rendered":"Anaknya Jadi Korban Sate Beracun, Driver Ojol Ini Trauma, Belum Mau Narik Ojek Lagi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anaknya menjadi korban salah sasaran pengirim sate beracun, Bandiman hingga kini masih trauma.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pria pengemudi ojek online tersebut hingga kini belu mau bekerja seperti biasa, sejak peristiwa yang menipa keluarganya tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kuasa Hukum Bandiman, Chandra Siagian mengatakan kliennya bersyukur karena pelaku sudah tertangkap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keluarga korban merasa lega.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Syukur Alhamdulillah, kami sudah konfirmasi, Pak Bandiman merasa lega. Karena istrinya selama ini was-was kalau pelakunya tidak tertangkap,&#8221;katanya, Senin (03\/05\/2021).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Beliau mengapresiasi polisi yang dapat melakukan pengungkapan dan penangkapan tersangka,&#8221;sambungnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">xxx<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Chandra mengungkapkan saat ini Bandiman masih belum bisa beraktivitas seperti biasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bandiman masih berada di rumah dan belum bekerja lagi sebagai pengemudi ojek online.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Sampai saat ini masih di rumah, belum beraktivitas. Masih trauma karena anaknya meninggal dunia,&#8221;ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NFP (8) anak Bandiman meninggal dunia setelah menyantap sate yang dibawa oleh Bandiman, ayahnya, Minggu (25\/4\/2021).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sate yang dibawa Bandiman tersebut pemberian sosok perempuan misterius yang memesan jasa pengiriman secara offline.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perempuan misterius tersebut meminta Bandiman mengirimkan makanan ke Bangunjiwo, Kasihan, Bantul kepada seseorang berinisial T.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun saat sampai di lokasi, T sedang berada di luar kota.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">T juga tidak mengenal pengirim dan merasa tidak memesan makanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian makanan tersebut diberikan kepada Bandiman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sesampainya di rumah, Bandiman dan keluarganya menyantap sate tersebut saat berbuka puasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun sayangnya sate tersebut mengandung racun dan akhirnya merenggut nyawa putra sulungnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nani<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Identitas perempuan yang mengirimkan paket sate yang ditaburi racun sianida akhirnya terungkap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dia adalah Nani (NA) warga Majalengka, Jawa Barat yang bekerja di Yogyakarta, NA adalah perempuan yang selama ini dicari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nani mengirimkan paket sate maut melalui Bandiman, seorang pengemudi ojol warga Salakan, Sewon, Bantul yang anaknya jadi korban.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak pengemudi Ojol itu bernama Naba (NFP), ketika jadi korban racun itu, NFP masih jadi siswa di sekolah dasar (SD) Muhamadiyah IV Karangkajen, Sewon, Bantul.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Target awal dari Nani adalah seorang pria bernama Tommy, pria yang disebut pernah menjalin hubungan dengan tersangka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah penyelidikan dikembangkan, Tommy ternyata anggota polisi Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Yogyakarta .<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Motif tersangka mengirim paket sate beracun yang dirilis polisi kepada awak media adalah tersangka sakit hati karena tak dinikahi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ungkap Kasus<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkhan Rudy Satria mengatakan tersangka diamankan pada Jumat (30\/04\/2021) lalu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tersangka diamankan di kediamannya, Potorono, Bantul.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Tersangka tidak melarikan diri, kami amankan di rumahnya,&#8221;katanya saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Senin (03\/05\/2021).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menyebut identitas tersangka terungkap berkat kerja sama Polsek Sewon, Polres Bantul, hingga masyarakat yang menjadi saksi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Identitas NA berhasil terungkap dari bungkus sate beracun tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut dia, bungkus sate tersebut sangat spesifik dan dapat menunjukkan tempat dimana sate tersebut dibeli.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Dari bungkusnya kami bisa tahu belinya dimana. Kemudian bungkus lontongnya juga berbeda, seperti lopis. Jadi kami tahu belinya dimana. Kemudian kami telusuri,&#8221;bebernya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain dari bungkus, jaket tersangka juga menjadi kunci penangkapan tersangka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun sayangnya jaket berwarna krem tersebut telah dibuang di tempat sampah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski tidak berhasil menemukan jaket yang dikenakan tersangka, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Barang bukti yang diamankan antara lain dua buah motor, helm berwarna merah, sandal jepit, enam tusuk sate, lontong yang sudah bercampur sambal kacang, agar-agar, resoles, pastel, mata kebo, kue pisang, dan uang Rp30.000.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kami belum bisa menemukan sianida yang digunakan untuk meracuni makanan,&#8221;ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siapa Tommy?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro membenarkan jika Aiptu Tommy merupakan penyidik di jajaran Satreskrim Polresta Yogyakarta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kapolresta mengaku belum mencermati secara rinci kasus yang ditangani oleh Polres Bantul itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun dia tidak mengelak jika salah satu penyidiknya bernama Aiptu Tommy baru saja terancam lantaran menjadi sasaran atas upaya pembunuhan berencana menggunakan racun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Wah belum bisa komen. Harus didudukkan dulu tergantung motifnya. Pribadi atau dinas, kalau pribadi kami tidak bisa ikut campur. Klo dinas pasti sudah ada SOP nya,&#8221; katanya, Senin (3\/5\/2021).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menambahkan, selama ini Tommy dikenal baik di lingkungan Polresta Yogyakarta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan, Purwadi turut mengapresiasi kinerja anak buahnya itu berkat keberhasilannya mengungkap kasus sindikat pencurian sepeda motor (Curanmor) asal Lampung pada Minggu (25\/4\/2021).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Catatan Tribunjogja.com, Tommy pernah menjadi anggota buru sergap Satreskrim Polresta Yogyakarta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kala itu Tommy masih berpangkat Bripka, Saat bertugas sebagai tim buser dia sempat mengalami luka bacok parah saat berhadapan dengan pencuri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu pula, dia sempat mendapatkan apresiasi dari Kapolresta yang menjabat saat itu. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anaknya menjadi korban salah sasaran pengirim sate beracun, Bandiman hingga kini masih trauma. Pria pengemudi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":151,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-150","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=150"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3750,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150\/revisions\/3750"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/151"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=150"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=150"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=150"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=150"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}