{"id":29437,"date":"2026-02-23T20:04:32","date_gmt":"2026-02-23T20:04:32","guid":{"rendered":"https:\/\/karakter.co.id\/?p=29437"},"modified":"2026-02-23T20:04:32","modified_gmt":"2026-02-23T20:04:32","slug":"parkir-gor-segiri-dikelola-pihak-ketiga-dishub-himbau-warga-berani-tolak-tarif-tarif-parkir-diatas-perda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/2026\/02\/23\/parkir-gor-segiri-dikelola-pihak-ketiga-dishub-himbau-warga-berani-tolak-tarif-tarif-parkir-diatas-perda\/","title":{"rendered":"Parkir GOR Segiri Dikelola Pihak Ketiga, Dishub Himbau Warga Berani Tolak Tarif Tarif Parkir Diatas Perda"},"content":{"rendered":"<p>KARAKTER.CO.ID, SAMARINDA \u2014 Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menegaskan bahwa pengelolaan parkir di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Samarinda saat ini sepenuhnya berada di tangan operator pihak ketiga.<\/p>\n<p>\u201cYang mengelola sekarang itu operator pihak ketiga. Petugas parkir, termasuk mesin EDC, semuanya dari pihak ketiga,\u201d ujar Manalu saat ditemui di Kantor Dishub Samarinda pada Senin (23\/2\/2026).<\/p>\n<p>Manalu menjelaskan, Dishub Samarinda hanya bertanggung jawab pada pengamanan dan penertiban di dalam kawasan GOR. Sementara parkir yang berada di luar kawasan GOR bukan menjadi kewenangan Dishub.<\/p>\n<p>\u201cKalau parkir di luar kawasan GOR, itu bukan tanggung jawab kami. Kami hanya mengamankan dan menertibkan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Terkait maraknya keluhan tarif parkir yang melebihi ketentuan, Manalu menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat. Ia mengutip arahan yang meminta warga berani menolak pembayaran parkir yang tidak sesuai dengan peraturan daerah (Perda).<\/p>\n<p>\u201cKalau tidak ada laporan dari masyarakat, kami tidak bisa menindak. Masyarakat harus berani menolak jika tarifnya melebihi perda,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Manalu, penindakan terhadap juru parkir (jukir) baru dapat dilakukan jika terdapat unsur pemerasan atau pengancaman. Untuk kategori pungutan liar (pungli), terdapat batas nominal tertentu yang harus terpenuhi agar dapat diproses secara hukum.<\/p>\n<p>\u201cKalau ada pemerasan atau pengancaman, silakan direkam dan dilaporkan. Nanti aparat penegak hukum yang akan turun tangan,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Manalu juga menyinggung masih banyaknya masyarakat yang memilih parkir di trotoar meskipun telah tersedia kantong parkir resmi. Kondisi ini, menurutnya, memicu munculnya parkir liar dan jukir liar.<\/p>\n<p>\u201cJukir liar dan parkir liar itu dua hal berbeda. Parkir liar itu parkir tidak pada tempatnya. Ketika masyarakat parkir sembarangan, di situlah jukir liar muncul,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan kawasan Teras Samarinda yang telah menyediakan area parkir resmi, namun masih kerap diabaikan oleh pengguna kendaraan. \u201cKalau masyarakat tertib parkir di tempat yang disediakan, jukir liar itu akan hilang dengan sendirinya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Memasuki bulan suci Ramadhan, Manalu juga menyoroti maraknya penjual takjil musiman yang memanfaatkan trotoar dan badan jalan. Ia mengimbau masyarakat untuk berbelanja di lokasi yang telah diresmikan oleh pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cPesan saya, belilah di tempat-tempat yang sudah diresmikan. Penjual musiman di trotoar ini tidak terdeteksi dan justru menimbulkan parkir liar,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan kawasan Jalan Kadrie Oening, di mana permohonan berjualan di trotoar telah ditolak karena berpotensi menimbulkan kemacetan dan parkir sembarangan.<\/p>\n<p>Menurut Manalu, tingginya penggunaan kendaraan pribadi saat berburu takjil turut memperparah persoalan parkir. Banyak lokasi usaha tidak memiliki lahan parkir memadai sehingga badan jalan kerap dijadikan tempat parkir.<\/p>\n<p>\u201cHarapan kami ke depan, transportasi umum bisa menjadi opsi masyarakat, sehingga tidak semua menggunakan kendaraan pribadi,\u201d pungkasnya.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KARAKTER.CO.ID, SAMARINDA \u2014 Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menegaskan bahwa pengelolaan parkir&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":29438,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,26],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-29437","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-samarinda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29437","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29437"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29437\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29439,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29437\/revisions\/29439"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29438"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29437"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29437"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29437"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=29437"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}