{"id":29833,"date":"2026-06-05T06:52:44","date_gmt":"2026-06-05T06:52:44","guid":{"rendered":"https:\/\/karakter.co.id\/?p=29833"},"modified":"2026-06-06T06:58:23","modified_gmt":"2026-06-06T06:58:23","slug":"kelurahan-api-api-telusuri-perusak-pot-viral-pelaku-belum-ditemukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/2026\/06\/05\/kelurahan-api-api-telusuri-perusak-pot-viral-pelaku-belum-ditemukan\/","title":{"rendered":"Kelurahan Api-Api Telusuri Perusak Pot Viral, Pelaku Belum Ditemukan"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>KARAKTER.co.id, BONTANG<\/strong> \u2013 Kelurahan Api-Api bersama aparat keamanan melakukan penelusuran terhadap terduga pelaku perusakan pot tanaman di Jalan Ahmad Yani yang videonya sempat viral di media sosial. Namun, saat didatangi ke lokasi tempat tinggalnya, remaja tersebut tidak ditemukan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Lurah Api-Api, Fachrizal, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi dari masyarakat terkait identitas dan keberadaan terduga pelaku.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas Kelurahan Api-Api, aparat Kelurahan Gunung Telihan, serta ketua RT setempat, tim mendatangi sebuah rumah kos di belakang Gereja Galilea, Kelurahan Gunung Telihan, yang diduga menjadi tempat tinggal remaja tersebut.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Setelah video CCTV itu viral, kami mendapatkan informasi mengenai terduga pelaku. Kami bersama aparat terkait langsung mendatangi lokasi yang diinformasikan, tetapi yang bersangkutan tidak ditemukan di tempat,&#8221; ujar Fachrizal, Jumat (5\/6\/2026).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Meski belum berhasil menemukan yang bersangkutan, aparat kepolisian disebut masih melakukan pemantauan dan penelusuran untuk mengetahui keberadaan remaja tersebut.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dari hasil penelusuran dan keterangan keluarga, diketahui terduga pelaku merupakan remaja yang baru lulus SMP dan berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Ia disebut tinggal sendiri di rumah kos karena berasal dari keluarga yang tidak utuh.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Informasinya anak ini tinggal sendiri dan berasal dari keluarga broken home. Kondisi itu membuat pengawasan terhadap dirinya menjadi kurang maksimal,&#8221; katanya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Selain itu, berdasarkan keterangan orang tua, remaja tersebut lebih sering bergaul dengan kelompok yang usianya lebih tua dibandingkan teman-teman sebayanya. Lingkungan pergaulan tersebut diduga turut memengaruhi perilakunya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Menurut orang tuanya, anak ini sering berkumpul dengan orang-orang yang lebih dewasa. Pergaulannya cukup bebas dan itu mungkin menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tindakannya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pihak kelurahan juga menerima informasi bahwa remaja tersebut sebelumnya kerap terlibat dalam berbagai bentuk kenakalan remaja, termasuk mengonsumsi minuman beralkohol.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Informasi yang kami terima, anak ini memang sudah beberapa kali melakukan kenakalan, seperti mabuk-mabukan dan minum minuman beralkohol. Ada kemungkinan saat melakukan perusakan dia berada di bawah pengaruh alkohol, tetapi hal itu tentu masih perlu pendalaman lebih lanjut,&#8221; jelas Fachrizal.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Meski demikian, Pemerintah Kota Bontang menegaskan akan mengedepankan pendekatan pembinaan apabila pelaku berhasil ditemukan. Mengingat usianya masih tergolong anak, langkah persuasif dan edukatif akan menjadi prioritas dalam penanganan kasus tersebut.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Sesuai arahan pimpinan, nantinya akan dilakukan pembinaan secara persuasif dan diberikan sanksi sosial. Kami juga sudah bertemu dengan orang tuanya untuk membicarakan tindak lanjut yang akan dilakukan,&#8221; pungkasnya. (Adv)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KARAKTER.co.id, BONTANG \u2013 Kelurahan Api-Api bersama aparat keamanan melakukan penelusuran terhadap terduga pelaku perusakan pot&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":29834,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[37],"tags":[374],"newstopic":[],"class_list":["post-29833","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advetorial","tag-kelurahan-api-api"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29833","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29833"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29833\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29835,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29833\/revisions\/29835"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29834"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29833"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29833"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29833"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=29833"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}