{"id":29839,"date":"2026-06-04T17:13:57","date_gmt":"2026-06-04T17:13:57","guid":{"rendered":"https:\/\/karakter.co.id\/?p=29839"},"modified":"2026-06-07T17:17:28","modified_gmt":"2026-06-07T17:17:28","slug":"anggaran-pmt-stunting-masih-terbatas-puskesmas-bontang-utara-i-optimalkan-tiga-sumber-pendanaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/2026\/06\/04\/anggaran-pmt-stunting-masih-terbatas-puskesmas-bontang-utara-i-optimalkan-tiga-sumber-pendanaan\/","title":{"rendered":"Anggaran PMT Stunting Masih Terbatas, Puskesmas Bontang Utara I Optimalkan Tiga Sumber Pendanaan"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>KARAKTER.co.id, BONTANG<\/strong> \u2013 Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Bontang Utara I terus berjalan meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Untuk memastikan intervensi gizi tetap terlaksana, Puskesmas mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan yang tersedia.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kepala Puskesmas Bontang Utara I, I Wayan Santika, mengatakan pembiayaan program penanganan stunting saat ini tidak hanya mengandalkan dukungan dari Dinas Kesehatan Kota Bontang. Pihaknya juga memanfaatkan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dari Kementerian Kesehatan, Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari APBD, serta dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang berasal dari pendapatan layanan Puskesmas.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cKalau dibilang cukup, sebenarnya masih kurang. Namun kami berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan seluruh anggaran yang tersedia agar program tetap berjalan,\u201d kata Wayan saat ditemui, Kamis (4\/6\/2026).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurutnya, PMT yang diberikan saat ini lebih difokuskan pada PMT pemulihan bagi balita yang telah teridentifikasi mengalami stunting dan membutuhkan intervensi gizi secara spesifik. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang tersedia dapat tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal terhadap perbaikan status gizi anak.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia mengungkapkan, sebagian besar pembiayaan program justru ditopang oleh dana BLUD. Bahkan, kontribusinya mencapai sekitar 70 persen dari total anggaran yang digunakan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan penanganan stunting.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cSekitar 70 persen pembiayaan program kami saat ini banyak ditopang oleh dana BLUD,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Meski demikian, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah turut berdampak pada kapasitas program yang dijalankan. Beberapa kegiatan tidak dapat dilaksanakan secara maksimal seperti pada tahun-tahun sebelumnya karena keterbatasan pendanaan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Karena itu, Wayan berharap adanya dukungan tambahan dari berbagai pihak, khususnya sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha sangat diperlukan untuk memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Bontang.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cPenanganan stunting tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Dukungan dari perusahaan melalui program CSR tentu akan sangat membantu, terutama dalam pemenuhan kebutuhan gizi bagi balita yang membutuhkan intervensi,\u201d pungkasnya. (Adv)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KARAKTER.co.id, BONTANG \u2013 Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita stunting di wilayah kerja Puskesmas&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":29840,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[37],"tags":[362,363],"newstopic":[],"class_list":["post-29839","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advetorial","tag-puskesmas-bontang-utara-unit-1","tag-stunting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29839","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29839"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29839\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29841,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29839\/revisions\/29841"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29840"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29839"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29839"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29839"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=29839"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}