{"id":31182,"date":"2026-05-13T12:49:49","date_gmt":"2026-05-13T12:49:49","guid":{"rendered":"https:\/\/karakter.co.id\/?p=31182"},"modified":"2026-08-07T12:51:36","modified_gmt":"2026-08-07T12:51:36","slug":"rustam-minta-pemkot-tinggalkan-pola-lama-pengelolaan-apbd-fokus-genjot-pad","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/2026\/05\/13\/rustam-minta-pemkot-tinggalkan-pola-lama-pengelolaan-apbd-fokus-genjot-pad\/","title":{"rendered":"Rustam Minta Pemkot Tinggalkan Pola Lama Pengelolaan APBD, Fokus Genjot PAD"},"content":{"rendered":"<p><strong>KARAKTER.co.id, BONTANG<\/strong> &#8211; Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, meminta Pemerintah Kota Bontang mengubah pola pengelolaan keuangan daerah yang selama ini dinilai terlalu bergantung pada besarnya Dana Bagi Hasil (DBH). Menurutnya, kondisi fiskal saat ini menuntut pemerintah lebih serius mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).<\/p>\n<p>Rustam menilai, ketika APBD Bontang masih ditopang DBH dalam jumlah besar, upaya menggali sumber pendapatan daerah belum menjadi perhatian utama. Kondisi tersebut membuat daerah kurang terdorong untuk membangun sistem peningkatan PAD secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cSelama bertahun-tahun kita berada di situasi APBD yang sangat besar. Saat itu ruang fiskal juga longgar karena SiLPA masih tinggi, sehingga perhatian terhadap peningkatan PAD belum menjadi fokus utama,\u201d ujarnya, Rabu (13\/5\/2026).<\/p>\n<p>Menurut politisi Partai Golkar itu, perubahan kondisi fiskal yang terjadi sekarang seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki strategi pengelolaan keuangan daerah. Ia menilai Bontang tidak bisa lagi mengandalkan pola lama yang bertumpu pada transfer pemerintah pusat.<\/p>\n<p>\u201cSekarang kondisinya berbeda. Kita harus mulai membiasakan diri membangun kekuatan dari pendapatan daerah sendiri, bukan terus berharap pada dana transfer yang nilainya semakin terbatas,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Rustam menjelaskan, salah satu indikator kemandirian fiskal adalah besarnya kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah. Ia menyebut, kontribusi PAD Bontang saat ini masih berada di kisaran 13 persen dan perlu terus ditingkatkan.<\/p>\n<p>\u201cKalau PAD kita bisa diperbesar, tentu kemampuan daerah membiayai pembangunan juga akan semakin kuat. Targetnya memang harus terus dinaikkan agar tingkat kemandirian fiskal semakin baik,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia pun mendorong pemerintah daerah lebih inovatif dalam menggali potensi pendapatan baru tanpa membebani masyarakat. Menurutnya, banyak daerah berhasil meningkatkan PAD melalui pengelolaan aset, optimalisasi retribusi, hingga pengembangan sektor-sektor ekonomi lokal.<\/p>\n<p>\u201cPotensi itu sebenarnya ada. Tinggal bagaimana pemerintah mampu mengelolanya dengan lebih kreatif dan konsisten sehingga PAD benar-benar menjadi penopang utama pembangunan daerah,\u201d tutupnya. (Adv)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KARAKTER.co.id, BONTANG &#8211; Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, meminta Pemerintah Kota Bontang mengubah pola&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":31183,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[37],"tags":[391],"newstopic":[],"class_list":["post-31182","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advetorial","tag-advdprdbontang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31182"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31182\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31184,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31182\/revisions\/31184"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31183"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31182"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=31182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}