{"id":31548,"date":"2026-09-01T07:56:35","date_gmt":"2026-09-01T07:56:35","guid":{"rendered":"https:\/\/karakter.co.id\/?p=31548"},"modified":"2026-09-02T07:59:59","modified_gmt":"2026-09-02T07:59:59","slug":"agus-haris-dorong-evaluasi-luas-wilayah-bontang-kota-industri-dinilai-perlu-penataan-ulang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/2026\/09\/01\/agus-haris-dorong-evaluasi-luas-wilayah-bontang-kota-industri-dinilai-perlu-penataan-ulang\/","title":{"rendered":"Agus Haris Dorong Evaluasi Luas Wilayah Bontang, Kota Industri Dinilai Perlu Penataan Ulang"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>KARAKTER.co.id,\u00a0BONTANG<\/strong> \u2013 Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mendorong pemerintah melakukan evaluasi terhadap luas wilayah Kota Bontang. Langkah tersebut dinilai penting seiring perkembangan Bontang sebagai kota industri dan jasa.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Hal itu disampaikan Agus Haris saat menghadiri entry meeting pendataan dan pemeriksaan bersama tim terpadu terhadap PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), PT Indominco Mandiri (IMM), PT Badak LNG, serta kontraktor dan subkontraktornya di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Selasa (1\/9\/2026).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dalam kesempatan tersebut, Agus Haris menilai kondisi wilayah Bontang perlu dilihat kembali dengan mempertimbangkan perkembangan aktivitas industri, pertumbuhan penduduk, serta mobilitas masyarakat dari daerah sekitar.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurutnya, Bontang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan daerah lain karena menjadi salah satu pusat industri dan jasa di Kalimantan Timur.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cKota Bontang adalah kota industri, kota jasa. Dalam rangka pengembangan wilayah, pengembangan pembangunan dengan arus penduduk yang tentu banyak masuk dari luar daerah. Kami sangat mengharapkan luas wilayah Kota Bontang ini bisa ditinjau dan dievaluasi kembali,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Agus Haris mengatakan, letak geografis Bontang yang berada di antara Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kutai Timur turut menjadikan kota tersebut sebagai jalur perlintasan masyarakat maupun distribusi logistik.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kondisi tersebut, kata dia, memberikan dampak terhadap kebutuhan infrastruktur dan pelayanan publik yang harus disiapkan pemerintah daerah.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia juga mengaitkan persoalan luas wilayah dengan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak daerah. Menurutnya, aktivitas badan usaha yang beroperasi di Bontang perlu diikuti dengan pendataan dan administrasi perpajakan yang jelas.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cRatusan bahkan mungkin mendekati ribuan badan usaha masuk di Kota Bontang. Tapi tidak bisa kita tarik pajak kalau hanya memiliki NPWP. Kalau kita tambahkan NPWP daerah, ini bisa kita menarik pajak di situ,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Karena itu, Agus Haris berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama pemerintah kabupaten\/kota dapat memperkuat koordinasi dalam penataan wilayah, pendataan badan usaha, hingga administrasi wajib pajak.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia menilai penataan tersebut diperlukan agar keberadaan perusahaan dan aktivitas ekonomi di Bontang dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi daerah.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Selain itu, Agus Haris meminta hasil pendataan dan pemeriksaan perusahaan yang dilakukan tim terpadu dapat disinergikan dengan Pemkot Bontang.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut penting menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam menindaklanjuti berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan, termasuk yang berkaitan dengan aktivitas usaha, kewilayahan, maupun kewajiban perusahaan terhadap daerah.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cHarapan kami, hasil pemeriksaan dan pendataan ini bisa disinergikan dengan Pemerintah Kota Bontang, sehingga berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti,\u201d pungkasnya. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KARAKTER.co.id,\u00a0BONTANG \u2013 Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mendorong pemerintah melakukan evaluasi terhadap luas wilayah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":31549,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[37],"tags":[353],"newstopic":[],"class_list":["post-31548","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advetorial","tag-adv-kominfo-bontang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31548","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31548"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31548\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31550,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31548\/revisions\/31550"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31549"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31548"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=31548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}