{"id":3672,"date":"2025-06-12T05:48:57","date_gmt":"2025-06-12T05:48:57","guid":{"rendered":"https:\/\/karakter.co.id\/?p=3672"},"modified":"2025-08-21T14:22:02","modified_gmt":"2025-08-21T14:22:02","slug":"fraksi-nasdem-dan-pks-soroti-realisasi-belanja-dan-ketergantungan-fiskal-dalam-laporan-pertanggungjawaban-apbd-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/2025\/06\/12\/fraksi-nasdem-dan-pks-soroti-realisasi-belanja-dan-ketergantungan-fiskal-dalam-laporan-pertanggungjawaban-apbd-2024\/","title":{"rendered":"Fraksi Nasdem dan PKS Soroti Realisasi Belanja dan Ketergantungan Fiskal dalam Laporan Pertanggungjawaban APBD 2024"},"content":{"rendered":"<p><strong>KARAKTER.co.id,<\/strong>\u00a0<strong>BONTANG<\/strong> &#8211; Fraksi Partai NasDem dan PKS menyampaikan pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Bontang Tahun Anggaran 2024.<\/p>\n<p>Pandangan umum ini dibacakan oleh Muhamad Sahib dalam rapat paripurna DPRD Bontang, Selasa (10\/6\/2025).<\/p>\n<p>Fraksi menyampaikan apresiasi atas capaian pendapatan daerah yang berhasil melampaui target.<\/p>\n<p>Pendapatan daerah tercatat sebesar Rp2,81 triliun atau 101,33 persen dari target. Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga mencapai Rp111,28 miliar, atau 108,28 persen dari target. Kategori lainnya PAD yang sah bahkan menembus 395,68 persen. &#8220;Capainya harus kita apresiasi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Meski demikian, Fraksi NasDem dan PKS menilai struktur fiskal daerah masih belum mandiri. Dominasi dana transfer dari pusat menjadi perhatian serius.<\/p>\n<p>Pemkot Bontang diminta terus meningkatkan inovasi dan mencari sumber PAD baru agar ketergantungan fiskal bisa ditekan. &#8220;Kami harap Pemkot harus punya inovasi agar tidak ketergantungan dari pusat,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Fraksi juga menyoroti realisasi belanja daerah yang hanya mencapai 92,74 persen. Belanja modal tercatat rendah, hanya terealisasi 90,75 persen. Sementara belanja tidak terduga hanya 16,56 persen.<\/p>\n<p>Fraksi menilai hal ini mencerminkan kelemahan dalam perencanaan dan teknis administratif.<\/p>\n<p>&#8220;Diharuskan penguatan sistem perencanaan dianggap sangat dibutuhkan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Lanjut kata dia, soal catatan juga diberikan terhadap pembiayaan neto yang mencapai Rp581,51 miliar. Sementara sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) tercatat sebesar Rp282,15 miliar. Besarnya SiLPA menunjukkan masih adanya kegiatan yang belum terlaksana tepat waktu.<\/p>\n<p>Fraksi meminta adanya peninjauan ulang terhadap perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Disiplin waktu dan penguatan kapasitas pengelolaan keuangan juga perlu ditingkatkan.<\/p>\n<p>Fraksi NasDem dan PKS mengapresiasi surplus operasional Rp135,09 miliar. Namun, mereka mengingatkan agar efisiensi anggaran juga berdampak pada pelayanan publik. Aset daerah mengalami peningkatan nilai sebesar 2,05 persen.<\/p>\n<p>Namun, pengelolaan aset diminta lebih akuntabel dan bermanfaat untuk masyarakat. &#8220;Kami dari Fraksi mendukung terhadap Ranperda untuk dibahas lebih lanjut di forum DPRD berikutnya,&#8221; pesanya.<\/p>\n<p>Namun mereka memberi sejumlah catatan penting, Antara lain peningkatan belanja publik, penguatan inovasi PAD, dan perbaikan sistem perencanaan dan juga penekanan terhadap tata kelola aset daerah yang produktif dan berkelanjutan. (Adv)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KARAKTER.co.id,\u00a0BONTANG &#8211; Fraksi Partai NasDem dan PKS menyampaikan pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda)&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":3673,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[37,39],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-3672","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advetorial","category-legislatif"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3672","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3672"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3672\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5153,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3672\/revisions\/5153"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3673"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3672"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3672"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3672"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=3672"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}