{"id":719,"date":"2021-07-26T15:30:53","date_gmt":"2021-07-26T15:30:53","guid":{"rendered":"https:\/\/karakter.co.id\/?p=719"},"modified":"2025-06-25T04:30:08","modified_gmt":"2025-06-25T04:30:08","slug":"panglima-tni-ungkap-telusur-ri-baru-11-standar-who-130","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/2021\/07\/26\/panglima-tni-ungkap-telusur-ri-baru-11-standar-who-130\/","title":{"rendered":"Panglima TNI Ungkap Telusur RI Baru 1:1, Standar WHO 1:30"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">KARAKTER.CO.ID &#8211; Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan bahwa Indonesia baru bisa melakukan tracing atau telusur kontak erat satu orang per satu kasus positif Virus Corona (Covid-19).<br>Jumlah tersebut tertinggal jauh dari standar Badan Kesehatan Dunia (WHO), yakni 30 telusur per satu kasus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Berdasarkan standar WHO dalam pelaksanaan tracing, kontak erat itu adalah rasionya 1:30. Namun di Indonesia, saat ini baru bisa dilaksanakan 1:1, satu yang terkonfirmasi dan satu yang kita laksanakan tracing kontak erat,&#8221; kata Hadi dalam konferensi pers yang disiarkan di Youtube BNPB Indonesia, Senin (26\/7).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hadi mengatakan pemerintah berupaya mendorong dukungan sumber daya tracer atau penelusur di wilayah Jawa-Bali dengan memberdayakan anggota TNI\/Polri. Tentu dengan tujuan agar penelusuran kontak bisa lebih masif dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini, katanya, ada 63 ribu tenaga telusur dari TNI yang tersebar di sejumlah wilayah yang bertugas melakukan tracing secara digital dan manual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tracing mulanya dilakukan secara digital melalui jejaring WhatsApp atau sambungan telepon. Jika didapati kendala, maka petugas akan mendatangi langsung kontak erat pasien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hadi mengatakan pihaknya menggelar pelatihan khusus bagi tenaga dari anggota TNI\/Polri. Para petugas akan dibekali materi sebelum terjun ke lapangan melakukan penelusuran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia pun tidak mengkhawatirkan potensi masalah ketika upaya tracing dilakukan oleh anggota TNI\/Polri di wilayah rawan konflik seperti Papua dan Papua Barat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hadi yakin hubungan masyarakat dengan anggota TNI begitu erat, sehingga kedatangan jajarannya dipercaya akan diterima dengan baik oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;TNI dekat dengan masyarakat dari berbagai suku, tidak perlu dikhawatirkan. Yang nantinya ditugaskan di wilayah Sabang sampai Merauke, saya yakin masyarakat bisa terima,&#8221; tambah dia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per 26 Juli, tercatat 121.266 orang diperiksa dengan swab PCR, antigen dan tes cepat molekuler (TCM) dalam 24 jam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada awal bulan ini, Satgas Penanganan Covid-19 mengungkap proporsi tracing paling tinggi dilakukan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Itu pun belum memenuhi standar WHO.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Rasio paling ideal memang 1:30, tapi kenyataannya paling tinggi, misalnya di Deli Serdang 1:13 orang. Itu memang diupayakan meski masih kendala jumlah SDM,&#8221; kata Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Alexander K Ginting, Rabu (3\/2).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber CNN, Senin (26\/07). (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KARAKTER.CO.ID &#8211; Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan bahwa Indonesia baru bisa melakukan tracing atau&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":720,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-719","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/719","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=719"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/719\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3891,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/719\/revisions\/3891"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/720"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=719"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=719"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=719"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=719"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}