{"id":844,"date":"2021-08-01T10:43:19","date_gmt":"2021-08-01T10:43:19","guid":{"rendered":"https:\/\/karakter.co.id\/?p=844"},"modified":"2025-06-25T04:30:09","modified_gmt":"2025-06-25T04:30:09","slug":"adakah-waktu-terbaik-untuk-minum-kopi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/2021\/08\/01\/adakah-waktu-terbaik-untuk-minum-kopi\/","title":{"rendered":"Adakah Waktu Terbaik untuk Minum Kopi?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">KARAKTER.CO.ID &#8211; Banyak orang yang terbiasa mengonsumsi kopi di pagi hari sebelum menjalankan aktivitas sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa lainnya memilih untuk menghabiskan secangkir kopi selagi bersantai di sore hari atau di malam hari sepulang bekerja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lantas, adakah waktu terbaik untuk minum kopi agar bisa mendapatkan manfaat yang lebih optimal?<br>Dilansir dari Healthline, diperkirakan bahwa minum kopi terlalu cepat setelah bangun tidur dapat mengurangi efek energinya karena kadar hormon kortisol sedang meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kortisol adalah hormon yang dapat meningkatkan kewaspadaan dan fokus. Ini juga mengatur metabolisme, respons sistem kekebalan, dan tekanan darah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kafein dalam kopi dapat meningkatkan kadar kortisol. Minum kopi saat kadar kortisol tinggi dapat meningkatkan kadar kortisol dalam waktu lama yang berdampak negatif terhadap sistem kekebalan tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh sebab itu, disarankan bahwa waktu terbaik untuk minum kopi adalah pertengahan hingga akhir pagi ketika kadar hormon kortisol mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi orang yang terbiasa bangun pukul 06.30, mungkin waktu terbaik untuk minum kopi baginya adalah 09.30 hingga 11.30.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski demikian, belum ada penelitian yang mengamati efek energi yang lebih baik dengan menunda minum kopi di pagi hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, belum ada pula penelitian jangka panjang mengenai implikasi kesehatan dari peningkatan kortisol setelah minum kopi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kopi meningkatkan kinerja fisik<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kopi dikenal dengan manfaatnya untuk meningkatkan kewaspadaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Minuman ini juga efektif untuk meningkatkan kinerja fisik berkat kandungan kafeinnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kafein dalam kopi dapat menunda kelelahan fisik dan meningkatkan kekuatan otot.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski mungkin tidak ada perbedaan yang signifikan antara minum kopi di pagi hari atau beberapa jam setelahnya, efek kafein dari kopi terhadap kinerja fisik bergantung pada waktu konsumsinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika ingin mengoptimalkan efek kopi terhadap kinerja fisik, sebaiknya konsumsi minuman ini 30-60 menit sebelum berolahraga atau beraktivitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini adalah waktu yang dibutuhkan kadar kafein untuk mencapai puncaknya di tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dosis efektif kafein untuk meningkatkan kinerja fisik adalah 3-6 mg per kg berat badan. Misal, untuk orang dengan berat badan 68 kg, dosis kafein yang dibutuhkan adalah 200-400 mg atau setara dengan 2-4 cangkir kopi. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KARAKTER.CO.ID &#8211; Banyak orang yang terbiasa mengonsumsi kopi di pagi hari sebelum menjalankan aktivitas sehari-hari&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":845,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-844","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/844","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=844"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/844\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3930,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/844\/revisions\/3930"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/845"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=844"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=844"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=844"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/karakter.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=844"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}