Jelang Natal, Pemerintah PPU Sisir Kecamatan Gelar Operasi Pasar untuk Redam Gejolak Harga

KARAKTER.CO.ID, PPU — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai memperketat langkah pengendalian harga pangan jelang perayaan Natal 2025.

Melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperindag), operasi pasar sembako digelar secara maraton sejak awal pekan di sejumlah wilayah.

Program ini tidak terpusat di satu lokasi. Setiap hari, tim bergerak ke dua titik berbeda. Hingga Selasa (25/11), kegiatan telah menjangkau Gunung Seteleng, Bangun Mulyo, Bangun Laut, dan Babulu. Operasi dijadwalkan berlangsung hingga Jumat atau lima hari penuh.

“Dalam sehari ada dua titik. Kegiatan berjalan sampai Jumat,” terang Kepala Bidang Perdagangan Kukmperindag PPU, Marlina.

Operasi pasar menyasar momentum meningkatnya konsumsi masyarakat pada Desember, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal.

Selain menjaga ketersediaan, langkah ini menjadi instrumen penting dalam menahan inflasi daerah.

“Di bulan 12 kebutuhan masyarakat meningkat. Jadi kami lakukan operasi pasar sembako untuk menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan pangan,” jelas Marlina.

Beberapa komoditas masih menunjukkan gejolak harga, terutama bawang merah dan cabai. Namun situasi berbeda terjadi pada beras. Harga komoditas tersebut mulai turun setelah adanya inspeksi bersama Satgas Pangan.

“Beras sudah turun. Kami juga sosialisasikan beras lokal SPHP yang kini tersedia di banyak toko, pedagang pasar, toko modern, dan distributor,” tuturnya.

Marlina belum memastikan apakah operasi pasar akan berlanjut pada awal 2026. Ia menyebut keputusan baru akan diambil setelah melihat perkembangan harga pasca-perayaan.

“Kalau harga normal, mungkin tidak dilakukan. Tapi kalau ada kenaikan yang signifikan, kami siap lanjut,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.read_related { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .bio_avatar { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .beritaxx_related { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .area_footer_menu taxx_clear { display: none !important; } .after_title { display: inline !important; font-size: 14px !important; } .secondary_content { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .footer { display: none !important; } .taxxfooter { display: none !important; } .have_comment { display: none !important; }