KARAKTER.CO.ID, PPU – Sejak 2017 silam, SD Negeri 038 dan SMP Negeri 21 hingga kini masih satu atap dengan SMAN 8 PPU. Kondisi tersebut cukup prihatin dan sudah tidak lagi ideal.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, mengatakan keterbatasan ruang kelas menjadi persoalan utama yang berdampak langsung pada kualitas pembelajaran. Bahkan, sejumlah kegiatan belajar mengajar terpaksa menggunakan ruang perpustakaan sebagai pengganti ruang kelas.
“Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Ada kelas SD dan SMP yang menempati ruang perpustakaan, hanya dibatasi sekat yang tidak representatif untuk kegiatan belajar,” ujar Waris, Jumat (6/2).
Ia menjelaskan, penggunaan ruang perpustakaan sebagai kelas membuat suasana belajar menjadi tidak kondusif. Aktivitas belajar dari ruang sebelah masih terdengar, ditambah kondisi ruangan yang panas sehingga mengganggu konsentrasi siswa.
Situasi tersebut, lanjutnya, menjadi dasar bagi Pemkab PPU untuk mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar segera membangun gedung SMAN 8 secara terpisah. Pasalnya, sekolah tersebut dinilai sudah melebihi kapasitas dan membutuhkan bangunan sendiri.
“Walaupun dulunya disebut sebagai sekolah terpadu, sejak kewenangan SMA dialihkan ke pemerintah provinsi, maka tanggung jawab penyediaan sarana prasarana juga berada di provinsi,” tegasnya.
Waris berharap pembangunan gedung SMAN 8 dapat segera direalisasikan sehingga ruang-ruang yang saat ini digunakan SMA dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh SD dan SMP. Dengan begitu, siswa jenjang pendidikan dasar tidak lagi harus belajar di ruang yang tidak semestinya.
“Kasihan anak-anak SD dan SMP kita yang harus belajar di perpustakaan. Kalau SMAN 8 punya gedung sendiri, mereka bisa kembali menempati ruang kelas yang layak,” katanya.
Selain persoalan kekurangan ruang kelas, Pemkab PPU juga menyoroti kebutuhan fasilitas penunjang lainnya, seperti mushola, yang dinilai penting untuk menunjang aktivitas siswa di SD Negeri 038 dan SMP Negeri 21.
Pemkab berharap perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar persoalan keterbatasan sarana pendidikan ini segera mendapatkan solusi demi kenyamanan dan kualitas pendidikan di PPU. (**)












