Soal Kebutuhan Pokok Jelang Idul Adha, Ini Komentar Ketua Komisi B

Soal Kebutuhan Pokok Jelang Idul Adha, Ini Komentar Ketua Komisi B
Rustam, Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang. (Dok. Karakter)

KARAKTER.co, BONTANG – Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, memastikan dinas terkairt terus memantau harga kebutuhan pokok jelang Idul Adha 2025.

Menurutnya, pengawasan rutin sudah dilakukan dinas terkait adalah hal yang memang harus dilakukan. Walaupun, Rustam menyebut, untuk momen Idul Adha, perlakuannya berbeda dengan hari besar lain seperti Natal atau Tahun Baru.

“Hari raya ini bentuk kepedulian umat Islam untuk berkurban,” katanya saat ditemui diruangannya, Senin 2 Juni 2025 kemarin.

Ia menjelaskan, saat ini banyak masyarakat yang berkurban secara mandiri. Ada yang membeli kambing sendiri, atau patungan satu sapi untuk tujuh orang. “Saya juga ikut patungan,” tambahnya.

Politisi Golkar itu menegaskan, meski tidak ada lonjakan permintaan sembako, monitoring tetap berjalan.

“Dinas rutin turun setiap minggu. Mereka yang mengundang kami untuk ikut pemantauan,” jelasnya.

Rustam menyebut dinas perdagangan berperan besar dalam pengawasan pasar. Jadi wsjib bagi meraka untuk aktif melakukan pemantauan.

“Mereka itu wajib turun dan itu harus rutin lapor ke kami. Kalau ada potensi kelangkaan atau kenaikan harga, kami pasti ikut turun pantau,” tegasnya.

Meski begitu, Rustam menilai Idul Adha jarang menimbulkan kekosongan pasokan.

“Beda dengan hari-hari besar lain. Tidak banyak orang berkunjung atau berziarah, jadi tidak ada lonjakan kebutuhan khusus,” ujarnya.

Lanjut kata dia, selama tidak ada laporan kekurangan atau kenaikan harga, Komisi B tidak perlu mengeluarkan rekomendasi khusus.

“Kalau ada yang dianggap krusial dan berdampak ke masyarakat, baru kami panggil rapat,,” bebernya.

Ia menegaskan, jika diperlukan, Komisi B siap melakukan kunjungan lapangan. “Bukan sidak, ya, tapi kunjungan lapangan. Tapi sejauh ini, kondisi aman,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.read_related { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .bio_avatar { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .beritaxx_related { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .area_footer_menu taxx_clear { display: none !important; } .after_title { display: inline !important; font-size: 14px !important; } .secondary_content { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .footer { display: none !important; } .taxxfooter { display: none !important; } .have_comment { display: none !important; }