Target Satu Digit Belum Tercapai, Dinkes Bontang Tegaskan Komitmen Menuju Zero Stunting

Kepala Dinkes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati. (Niwil)

KARAKTER.co.id, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka stunting hingga mencapai satu digit, bahkan menuju zero stunting. Meski capaian saat ini telah memenuhi target nasional maupun target Provinsi Kalimantan Timur, upaya percepatan penurunan stunting dipastikan akan terus diperkuat.

Kepala Dinkes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, mengatakan pemerintah daerah tidak ingin cepat berpuas diri hanya karena berhasil memenuhi target yang ditetapkan pemerintah pusat. Menurutnya, masih diperlukan kerja keras dan kolaborasi lintas sektor agar semakin banyak anak terbebas dari risiko gagal tumbuh.

“Komitmen Pemerintah Kota Bontang adalah menurunkan stunting serendah mungkin. Bahkan kalau memungkinkan zero stunting. Paling tidak pendekatan kita saat ini adalah mencapai satu digit,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Berdasarkan hasil Operasi Timbang yang dilaksanakan pada Juni 2026, prevalensi stunting di Kota Bontang tercatat sebesar 14,05 persen atau sebanyak 1.389 balita yang tersebar di 15 kelurahan. Angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya, namun masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Toetoek menjelaskan, penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Menurutnya, persoalan stunting dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kecukupan gizi, sanitasi, kondisi lingkungan, hingga pola pengasuhan anak di dalam keluarga.

Karena itu, Dinkes terus mendorong keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), dunia usaha, kader kesehatan, serta masyarakat dalam mendukung berbagai program percepatan penurunan stunting.

“Stunting bukan hanya urusan Dinas Kesehatan. Ini perlu kolaborasi semua pihak karena penyebabnya juga bermacam-macam, mulai dari gizi, sanitasi, lingkungan hingga pola asuh,” jelasnya.

Data Operasi Timbang juga menunjukkan masih adanya perbedaan prevalensi stunting antarwilayah di Kota Bontang. Kelurahan Tanjung Laut Indah menjadi wilayah dengan prevalensi tertinggi, yakni 19,44 persen, disusul Bontang Lestari sebesar 19,35 persen. Sementara itu, Kelurahan Kanaan mencatat prevalensi terendah, yakni 7,84 persen, sehingga menjadi salah satu wilayah yang dinilai berhasil menjaga angka stunting tetap rendah.

Dinkes berharap hasil pemetaan tersebut dapat menjadi dasar dalam menyusun intervensi yang lebih tepat sasaran di setiap kelurahan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pemkot Bontang optimistis target prevalensi stunting satu digit dapat diwujudkan secara bertahap, sekaligus mendekatkan kota ini menuju cita-cita zero stunting. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.read_related { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .bio_avatar { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .beritaxx_related { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .area_footer_menu taxx_clear { display: none !important; } .after_title { display: inline !important; font-size: 14px !important; } .secondary_content { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .footer { display: none !important; } .taxxfooter { display: none !important; } .have_comment { display: none !important; }