KARAKTER.co.id, BONTANG – Kepala Puskesmas Bontang Utara Unit 1, I Wayan Santika, menilai persoalan stunting di Kota Bontang tidak semata-mata disebabkan faktor ekonomi. Menurutnya, perilaku dan pola hidup masyarakat justru menjadi faktor yang lebih dominan memengaruhi tumbuh kembang anak.
Wayan mengatakan, secara ekonomi masyarakat Bontang relatif lebih baik dibandingkan banyak daerah lain. Selain itu, akses terhadap sumber protein juga tergolong mudah diperoleh. Namun, masih terdapat kebiasaan yang berdampak negatif terhadap kesehatan anak.
“Yang jadi masalah adalah perilaku dan kebiasaan,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Salah satu perilaku yang menjadi sorotannya adalah tingginya kebiasaan merokok di lingkungan keluarga. Menurutnya, anak yang sering terpapar asap rokok berisiko menjadi perokok pasif dan lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.
“Ketika bapaknya merokok di depan anak, anak jadi perokok pasif. Akhirnya anak gampang sakit dan penyerapan nutrisinya tidak bagus,” katanya.
Wayan menjelaskan, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap terjadinya stunting, bahkan pada anak yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang cukup baik.
Karena itu, ia menekankan pentingnya edukasi perubahan perilaku sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting, selain intervensi gizi yang selama ini telah dilakukan.
Menurutnya, keberhasilan penanganan stunting tidak hanya bergantung pada ketersediaan makanan bergizi, tetapi juga pada kesadaran keluarga untuk menerapkan pola hidup sehat demi mendukung pertumbuhan anak secara optimal. (Adv)












