KARAKTER.co.id, BONTANG – Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, meminta Pemerintah Kota menyusun skala prioritas pembangunan secara realistis seiring proyeksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada 2027.
Menurut Andi, pembahasan saat ini masih berada pada tahap penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), sehingga penetapan program prioritas harus menunggu kepastian kemampuan keuangan daerah.
Ia menilai, perencanaan yang matang menjadi langkah penting agar program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat tetap dapat berjalan meski ruang fiskal diperkirakan menyempit.
“Yang sedang kita siapkan sekarang adalah kerangka perencanaannya. Setelah kemampuan anggaran sudah diketahui, barulah kita menentukan kegiatan mana yang paling mendesak untuk dilaksanakan,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Andi menjelaskan, pemerintah juga perlu menyesuaikan strategi pendanaan menyusul perubahan mekanisme Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjadi skema belanja langsung. Kondisi tersebut, menurutnya, mengharuskan setiap program dipetakan berdasarkan sumber pembiayaan yang paling memungkinkan.
Ia menambahkan, sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah tantangan fiskal yang dihadapi Kota Bontang.
“Jangan semua kebutuhan diarahkan ke APBD kota. Ada program yang bisa diperjuangkan melalui pemerintah pusat, ada yang menjadi kewenangan provinsi, dan ada pula yang memang harus ditanggung pemerintah daerah,” katanya. (Adv)












