Lapas Bontang Beri Kesempatan WBP Tempuh Pendidikan Kesetaraan, 4 Orang Raih Ijazah

Kasubsi bimaswat Sarifudin (Kanan) memberikan ijasah kepada WBP.

KARAKTER.co.id, BONTANG – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bontang dalam memberikan pembinaan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus dilakukan. Salah satunya melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C yang rutin digelar setiap tahun.

Terbaru, sejumlah WBP menerima ijazah sebagai tanda telah menyelesaikan pendidikan pada jenjang masing-masing.

Plt Kepala Lapas Bontang melalui Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimaswat), Sarifudin, mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan layanan pendidikan yang layak bagi WBP selama menjalani masa pidana.

Menurutnya, pelaksanaan program pendidikan kesetaraan tersebut bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Melati Bontang. Program ini menjadi salah satu upaya memenuhi hak WBP untuk memperoleh pendidikan.

“Tahun ini yang mengikuti Paket A sebanyak 53 orang, Paket B 35 orang, dan Paket C sebanyak 30 orang,” ujar Sarifudin.

Ia menjelaskan, dalam program pendidikan kesetaraan, keberlanjutan dan ketuntasan proses belajar menjadi hal penting. Para peserta terdaftar secara resmi dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sehingga dapat mengikuti ujian kelulusan hingga memperoleh ijazah resmi.

Materi pembelajaran yang diberikan juga disesuaikan dengan kurikulum pendidikan kesetaraan nasional.

“Semua sesuai aturan, sehingga mereka mendapatkan pendidikan yang layak. Bukan hanya pendidikan formal, tetapi juga proses pembinaan kemandirian dan kepribadian yang baik,” imbuhnya.

Sarifudin menyebut kegiatan belajar mengajar bagi WBP dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu. Program pendidikan kesetaraan tersebut telah rutin dijalankan di Lapas Bontang sejak 2015.

Ia menambahkan, pada tahun ini sebanyak tiga WBP telah memperoleh ijazah Paket C dan satu WBP mendapatkan ijazah Paket B.

“Alhamdulillah, tahun ini sudah mendapatkan ijazah Paket C tiga orang dan Paket B satu orang,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.read_related { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .bio_avatar { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .beritaxx_related { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .area_footer_menu taxx_clear { display: none !important; } .after_title { display: inline !important; font-size: 14px !important; } .secondary_content { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .footer { display: none !important; } .taxxfooter { display: none !important; } .have_comment { display: none !important; }