Kaltim  

Samarinda Siapkan Perubahan Tata Ruang Kota Lewat Skema ICP

KARAKTER.CO.ID, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda menyiapkan lompatan besar dalam perencanaan tata ruang kota. Langkah ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Program Integrated City Planning (ICP), sebuah skema strategis nasional yang digagas Kementerian PUPR untuk membangun kota secara terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa pihaknya menyambut penuh inisiatif tersebut sebagai bagian dari visi jangka panjang membentuk wajah baru Kota Tepian yang tangguh menghadapi urbanisasi dan perubahan iklim.

“Program ICP ini sangat sejalan dengan arah pembangunan kota kami. Samarinda siap menjadi bagian aktif dalam implementasinya,” ujar Andi Harun, Senin lalu.

Pemerintah kota bahkan telah mengidentifikasi sejumlah kawasan yang akan diusulkan menjadi titik prioritas pembangunan terpadu dalam kerangka ICP. Dari lima kawasan strategis di Samarinda, setidaknya tiga kecamatan telah dipetakan sebagai kandidat awal.

Kawasan pertama berada di Kecamatan Samarinda Kota. Fokus pembangunan diarahkan pada pengembangan Transit Oriented Development (TOD), termasuk wacana pembangunan sky train yang akan melintasi kawasan GOR Segiri. Selain itu, revitalisasi koridor sungai dari Karang Mumus hingga Pinang Luar juga akan digarap untuk memperkuat karakter kota berbasis waterfront.

Di Kecamatan Samarinda Ilir, Pemkot menyiapkan rancangan penataan kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Selili, yang akan diarahkan sebagai zona campuran sesuai dengan rencana tata ruang detail (RDTR) kawasan Samarinda Kota-Samarinda Ilir.

Sementara itu, Kecamatan Palaran diplot sebagai simpul pertumbuhan ekonomi baru. Di wilayah ini, Pemkot bersama Pelindo berencana mengembangkan kawasan pelabuhan baru untuk memindahkan fungsi Pelabuhan Penumpang eksisting dan membuka ruang industrialisasi baru.

Program ICP sendiri bertujuan menciptakan keterhubungan antara infrastruktur, fungsi kawasan, dan kebutuhan masyarakat urban. Ia menekankan prinsip compact city, pembangunan hijau, dan konektivitas antarwilayah.

Andi Harun menegaskan bahwa Pemkot Samarinda tidak hanya ingin membangun secara fisik, tetapi juga ingin membentuk lingkungan kota yang lebih inklusif dan adaptif terhadap tantangan masa depan.

“Kami tidak ingin hanya membangun kota yang besar, tapi kota yang siap menyambut masa depan. Modern, berdaya saing, dan tetap mengakar pada budaya lokal,” ucapnya.

Dengan berjalannya program ICP di Samarinda, harapannya tak sekadar menciptakan ruang-ruang fisik yang baru, tapi juga memperkuat fondasi kesejahteraan dan keberlanjutan kota dalam jangka panjang. (Bey)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.read_related { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .bio_avatar { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .beritaxx_related { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .area_footer_menu taxx_clear { display: none !important; } .after_title { display: inline !important; font-size: 14px !important; } .secondary_content { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .footer { display: none !important; } .taxxfooter { display: none !important; } .have_comment { display: none !important; }