Wakil Ketua DPRD Bontang Soroti BNNK, Dinilai Gagal Cegah Narkoba

Wakil Ketua DPRD Bontang, Sitti Yarah. (Dok. Karakter)

KARAKTER.co.id, BONTANG – Wakil Ketua DPRD Bontang, Sitti Yarah, menyoroti tingginya kasus narkoba yang masih marak di Kota Bontang. Menurutnya, upaya pencegahan yang dilakukan selama ini belum maksimal, bahkan ia menilai Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang belum menunjukkan kinerja nyata yang signifikan.

Hal itu ia sampaikan usai Rapat Paripurna ke-9 DPRD Bontang pada Senin, (23/6/2025). Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta Pemerintah Kota bekerja sama lebih erat dengan BNNK untuk mengintensifkan langkah pencegahan.

“Sosialisasi harus masif. BNNK Bontang harus bergerak,” tegasnya.

Berdasarkan data Pengadilan Negeri Bontang, sepanjang 2024 terdapat 230 perkara yang telah diputus, dengan 121 kasus di antaranya terkait narkotika dan psikotropika.

Angka ini juga tercatat dalam buku Kota Bontang Dalam Angka 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Bagi Yarah, data tersebut menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan.

“Bahaya narkoba masih mengancam,” ujarnya.

Ia mendorong agar pencegahan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT) hingga sekolah-sekolah. Menurutnya, lingkungan terdekat harus menjadi sasaran utama untuk memutus rantai peredaran narkoba.

“Lingkungan di RT harus jadi sasaran utama. Sekolah juga penting,” katanya.

Yarah mengaku hingga kini belum melihat program pencegahan yang jelas dari BNNK. “BNNK belum terlihat geraknya,” kritiknya.

Meski begitu, ia memberikan apresiasi terhadap kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus narkoba.

“Polres saya apresiasi. Tapi pencegahan tetap kunci utama,” ujarnya.

Dirinya berharap sosialisasi bahaya narkoba dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“Kalau bisa tiap hari. Minimal ada edukasi rutin,” pungkasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.read_related { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .bio_avatar { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .beritaxx_related { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .area_footer_menu taxx_clear { display: none !important; } .after_title { display: inline !important; font-size: 14px !important; } .secondary_content { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .footer { display: none !important; } .taxxfooter { display: none !important; } .have_comment { display: none !important; }