KARAKTER.co.id, BONTANG – Anggota DPRD Bontang, Muhammad Yusuf, mengapresiasi rencana Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yang akan mengirimkan data pencari kerja langsung ke perusahaan, tanpa melalui lowongan kerja (locker) yang biasa dipasang di dinas.
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah positif untuk meminimalisasi praktik percaloan dan penggunaan “orang dalam” (ordal) dalam proses perekrutan tenaga kerja.
“Kalau ada perubahan signifikan seperti ini saya memang belum melihat regulasinya secara resmi, tetapi kalau tujuannya untuk mencegah praktik orang dalam, saya sangat mendukung,” kata Yusuf Senin (30/6/2025).
Ia menjelaskan, budaya ordal sudah menjadi kebiasaan lama yang sulit dihapuskan. Namun, langkah-langkah seperti ini menurutnya bisa menjadi awal yang baik agar kesempatan kerja bisa dirasakan merata ke seluruh masyarakat, bukan hanya kalangan tertentu.
“Budaya ordal ini sudah melekat lama di Indonesia, terutama di Bontang. Tapi kita harus mulai mengubah itu. Bagaimana caranya supaya tenaga kerja ini bisa dirasakan semua masyarakat, bukan hanya yang punya kenalan,” ujarnya.
Yusuf juga mengingatkan bahwa sebagai politisi, ia dan rekan-rekannya di DPRD adalah penyambung aspirasi masyarakat, terutama kalangan bawah yang kerap merasa tak punya akses ke dunia kerja.
Menurutnya, jika ada masyarakat yang merasa tidak aman atau diperlakukan tidak adil dalam proses perekrutan, maka anggota dewan pasti akan menerima keluhan itu.
“Konsekuensi kami sebagai politisi adalah mendengar semua keluhan masyarakat, meskipun mereka kadang tidak melihat kinerja pemerintah. Kalau mereka merasa tidak aman, ya kami pasti akan disalahkan,” pungkasnya. (Adv)












