KARAKTER.CO.ID, PPU – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tak sekadar menjadi ajang lomba bagi pelajar, tetapi juga ruang strategis untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah. Hal ini tercermin dari keberhasilan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang mencatatkan prestasi gemilang pada FTBI tingkat provinsi sekaligus mengirimkan wakilnya ke tingkat nasional.
Analis Kebijakan Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora PPU, Peni, mengatakan capaian tersebut menunjukkan komitmen daerah dalam memperkenalkan dan melestarikan bahasa daerah Paser sejak usia sekolah.
“FTBI ini memang dirancang untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap bahasa ibu. Prestasi yang diraih PPU menunjukkan anak-anak kita mampu dan percaya diri menggunakan bahasa daerah,” ujarnya, Rabu (4/2).
Pada pelaksanaan FTBI tingkat provinsi, PPU berhasil meraih berbagai peringkat juara di sejumlah cabang lomba. Dominasi tersebut mengantarkan PPU sebagai juara umum, baik pada jenjang SD maupun SMP.
Dari seluruh hasil lomba, dua pelajar SMP PPU dipastikan melaju ke FTBI tingkat nasional setelah meraih juara pertama pada cabang pidato dan puisi. Keduanya akan mewakili Kalimantan Timur pada ajang nasional yang dijadwalkan berlangsung pada April atau Mei mendatang.
“Untuk SMP hanya ada dua cabang lomba, yaitu pidato dan puisi, dan kebetulan dua-duanya diraih oleh peserta dari PPU,” jelas Peni.
Sementara itu, pada jenjang SD, cabang lomba yang dipertandingkan meliputi Betore dan Sempuri. Meski belum ada penetapan keberangkatan ke tingkat nasional, PPU tetap mencatatkan prestasi di kategori tersebut.
Disdikpora PPU menegaskan pembinaan terhadap peserta tidak berhenti pada lomba. Saat ini, siswa tetap didorong mengasah kemampuan berbahasa daerah melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
“Latihan intensif biasanya dilakukan mendekati pelaksanaan nasional. Untuk sekarang, anak-anak tetap berlatih di sekolah masing-masing,” katanya.
Dari sisi pendanaan, Peni menambahkan bahwa pembiayaan peserta FTBI tingkat nasional ditanggung oleh pemerintah pusat, sedangkan pemerintah kabupaten menanggung kebutuhan pendamping dari daerah.
FTBI merupakan ajang berjenjang dari tingkat kecamatan hingga nasional yang menampilkan penggunaan bahasa daerah sesuai asal peserta. Setiap kabupaten dan kota menampilkan kekhasan bahasa ibu masing-masing.
“PPU tentu menggunakan bahasa daerah yang berkembang di wilayah ini. Daerah lain juga tampil dengan bahasa ibu mereka sendiri,” tutupnya. (**)












