KARAKTER.CO.ID, SAMARINDA — Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda Melalui Pengawas Perdagangan Ahli Muda, Heny Kartika Handayani, menyampaikan bahwa harga sembako di Kota Samarinda masih relatif stabil dalam sepekan terakhir.
Namun, Heni Menyebut masih terdapat beberapa komoditas yang sejak bulan lalu mengalami kenaikan harga dan hingga kini belum menunjukkan penurunan, khususnya cabai rawit merah. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh faktor cuaca buruk yang berdampak pada pengiriman pasokan dari luar Kaltim.
“Untuk minggu ini harga kebutuhan pokok relatif stabil. Memang ada beberapa komoditas seperti cabai rawit merah yang sejak bulan lalu naik dan sampai sekarang belum turun karena faktor cuaca,” ucap Heny saat diwawancarai via telpon, Sabtu (28/2/2026).
Ia juga mengungkapkan, menjelang Hari Raya Idul Fitri kemungkinan akan terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas seiring meningkatnya permintaan masyarakat.
“Biasanya menjelang Idul Fitri permintaan meningkat, sehingga ada potensi kenaikan harga,” tambahnya.
Berdasarkan tabel Perkembangan Harga Rata-Rata Barang Kebutuhan Pokok Kota Samarinda per 27 Februari 2026, sejumlah komoditas tercatat masih berada pada harga
relatif tinggi dibanding komoditas lainnya, antara lain:
🔺 Cabe Rawit
Tertinggi: Rp 120.000/kg
📍 Pasar Bengkuring
🔺 Cabe Biasa/Tiung
Tertinggi: Rp 95.000/kg
📍 Pasar Sungai Dama
🔺 Cabe Merah Besar
Tertinggi: Rp 70.000/kg
📍 Pasar Sungai Dama & Pasar Bengkuring
🔺 Daging Sapi Murni
Tertinggi: Rp 165.000/kg
📍 Pasar Kedondong
🔺 Ikan Asin Teri Kecil
Tertinggi: Rp 150.000/kg
📍 Pasar Kemuning & Pasar Segiri
🔺 Bawang Merah
Tertinggi: Rp 45.000/kg
📍 Pasar Baqa, Pasar Merdeka & Pasar Bengkuring
🔺 Daging Ayam Broiler
Tertinggi: Rp 45.000/kg
📍 Pasar Kemuning
Sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak harga menjelang hari besar keagamaan, Dinas Perdagangan Kota Samarinda berencana menggelar pasar murah guna membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Disdag Samarinda berharap melalui pasar murah yang akan digelar di beberapa pasar di masing-masing kecamatan tersebut daya beli masyarakat tetap terjaga serta lonjakan harga dapat ditekan.(**)












