Tarik Wisatawan, Lomba Race Ketinting Kembali Digelar

KARAKTER.CO.ID – Open Race Ketinting atau lomba balap ketinting kembali digelar di Selambai, Kelurahan Lok Tuan, Kecamatan Bontang Utara, Jumat (12/5/2023).

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam secara resmi membuka lomba transportasi laut tersebut.

Kegiatan lomba balap ketinting ini merupakan kerjasama pemuda pemudi daerah pesisir utara Kota Taman. Yaitu kerjasama antara Ikatan Pemuda Lok Tuan Bersatu (IPLB), POKB serta LBN.

Andi Faizal pun secara simbolis melepas lomba balap ketinting ini dengan mengangkat bendera sebagai tanda pertandingan race laut telah dimulai.

Wakil rakyat yang masih muda ini meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang agar terus mendukung pelaksanaan race laut ini agar bisa berkembang untuk menarik minat wisatawan luar daerah untuk berkunjung ke Bontang, khususnya Kampung Selambai.

“Race laut ini kan merupakan salah satu olahraga rekreasi yang memiliki potensi pariwisata daerah, pemerintah harus gencar supaya semakin ada daya tariknya”, curahnya dalam akun instagramnya.

Selain itu, ia berharap perusahaan sekitar turut memberi dukungan. Lantaran menurutnya dengan adanya dukungan perusahaan, Kota Taman mampu mencapai daerah dengan berbagai potensi wisata.

Dengan begitu pendapatan daerah khususnya sektor pariwisata dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bisa meningkat dan berkembang.

Terlebih Bontang memiliki sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) dengan keanekaragaman latar belakang budaya, untuk saling berpadu mengelola pariwisata di berbagai sektor.

“Saya ucapkan terima kasih atas dukungan perusahaan dalam race laut di Kampung Selambai. Semoga dengan sinergi yang terjalin, upaya kita mendorong peningkatan pariwisata mencapai hasil yang optimal,” ujarnya.

Lebih jauh ia berharap peserta dapat menjunjung tinggi sportifitas saat berlomba. Sehingga kegiatan Open Race Ketinting bisa berjalan dengan lancar dan sukses.

Reporter: Ira

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.read_related { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .bio_avatar { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .beritaxx_related { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .area_footer_menu taxx_clear { display: none !important; } .after_title { display: inline !important; font-size: 14px !important; } .secondary_content { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .footer { display: none !important; } .taxxfooter { display: none !important; } .have_comment { display: none !important; }