KARAKTER.co.id, Bontang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bontang bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang menggelar skrining tuberkulosis (TBC) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), Selasa (20/10/2026). Pemeriksaan yang berlangsung di Lapas Bontang, Jalan Prestasi, Kelurahan Bontang Lestari, itu menggunakan alat rontgen dada portabel atau X-Ray Portable.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini TBC, khususnya bagi warga binaan pemasyarakatan yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kepala Lapas Kelas IIA Bontang, Agus Wahono, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam pelaksanaan pemeriksaan tersebut. Menurutnya, layanan kesehatan menjadi bagian penting untuk mendukung proses pembinaan warga binaan.
“ Kami terus melakukan layanan kesehatan agar mereka mampu menjalani aktivitas pembinaan dan pulang ke rumah dalam keadaan sehat,” ujarnya.
Agus menjelaskan, Lapas Bontang juga menjalankan pembinaan kepribadian dan kemandirian. Program tersebut mencakup kegiatan keagamaan hingga pelatihan keterampilan sebagai bekal bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.
“Program pembinaan terus kami lakukan agar mereka ketika keluar bisa menjadi lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, mengatakan penanggulangan TBC merupakan salah satu program prioritas nasional. Pemerintah menargetkan Indonesia bebas TBC pada 2030.
Ia menjelaskan, skrining TBC terintegrasi CKG mencakup pemeriksaan gejala, rontgen dada menggunakan X-Ray Portable, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Bontang mendapat alokasi 73 titik skrining TBC terintegrasi CKG. Dari jumlah tersebut, 29 titik mendapatkan pendampingan pemeriksaan menggunakan X-Ray Portable, sedangkan 44 titik lainnya melakukan pemeriksaan berdasarkan gejala.
Lapas Kelas IIA Bontang menjadi titik pertama di Kota Bontang yang mendapatkan pemeriksaan menggunakan rontgen keliling tersebut.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan setiap warga berhak mendapatkan layanan kesehatan, termasuk warga binaan pemasyarakatan.
Pemkot Bontang, kata dia, berkomitmen membuka akses pemeriksaan dan pengobatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Deteksi dini dinilai penting untuk mempercepat penanganan, terutama karena TBC dapat menular melalui udara.
“Pemeriksaan ini penting agar penyakit cepat ketahuan. Apalagi TBC menular lewat udara,” kata Neni.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi Lapas Bontang, Dinas Kesehatan, Kementerian Kesehatan, serta tenaga kesehatan dalam mendukung upaya penanggulangan TBC. Menurutnya, penanganan penyakit tersebut tidak cukup hanya dengan menemukan pasien, tetapi juga memastikan pengobatan dijalani hingga tuntas.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam, mendorong penguatan program pelatihan keterampilan dan pemberian peluang usaha bagi warga binaan. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mereka menjadi mandiri secara ekonomi setelah bebas.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan Klinik Pratama Lapas Kelas IIA Bontang oleh Neni Moerniaeni bersama rombongan. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung fasilitas kesehatan yang melayani warga binaan. (*)












