Rustam Puji 100 Hari Kerja Pemkot Bontang, Harap Anggaran Terserap Maksimal

Rustam Puji 100 Hari Kerja Pemkot Bontang, Harap Anggaran Terserap Maksimal
Rustam, Ketua Komisi B DPRD Bontang. (Dok. Karakter)

KARAKTER.co.id, BONTANG – Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, mengapresiasi 100 hari kerja Wali Kota Neni dan Wakil Wali Kota Agus Haris.

Ia menyebut program penanganan kemiskinan ekstrem berjalan setiap hari.

“Setiap hari mereka bisa cover zero miskin ekstrem,” katanya saat ditemui, Selasa 3 Juni 2025.

Menurutnya, anggaran yang besar bisa terserap dengan baik. Ia optimistis APBD Bontang 2025 bisa meningkat di 2026.

“Produksi APBD 2025 bisa naik, 2026 bisa sampai Rp4 triliun,” ungkapnya.
Selain itu, dirinya juga, menyoroti keluhan dari pelaku usaha lokal. Khususnya sektor perhotelan dan UMKM yang terdampak aturan pembatasan kegiatan di hotel.

“Teman-teman perhotelan, UMKM, sekarang mengeluh,” katanya.

Pembatasan juga berdampak pada jam operasional kafe yang biasanya ramai pelajar.

“Pengunjung mayoritas anak sekolah, sekarang pendapatan menurun,” jelasnya.

Rustam menyarankan dialog dengan pemerintah terkait hal ini. Ia menyayangkan belum adanya laporan resmi dari pelaku UMKM.

“Kami lihat di media, tapi tidak ada laporan ke kami,” bebernya.

Ia menilai kebijakan jam belajar siswa pukul 09.00 cukup kondusif. Namun, perlu solusi untuk mobilitas anak sekolah di luar jam tersebut.

“Bawa anak jalan juga dilarang, padahal bisa saja keperluannya ke mall atau beli alat tulis,” ujarnya.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan lintas komisi. Rustam juga menyinggung program jangka panjang Pemkot Bontang.

Terakhir ia menyampaikan, tahun depan akan dimulai proyek multi years. Termasuk pembebasan lahan untuk folder dan peningkatan rumah sakit tipe D.

Selain itu, perbaikan infrastruktur jalan juga jadi fokus. Terutama akses jalan lingkar menuju Bontang Kuala.

“Kita harap Pemkot terus bekerja, karena akses ini penting untuk kelancaran wisata, sekolah, dan ekonomi warga,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.read_related { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .bio_avatar { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .beritaxx_related { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .area_footer_menu taxx_clear { display: none !important; } .after_title { display: inline !important; font-size: 14px !important; } .secondary_content { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .footer { display: none !important; } .taxxfooter { display: none !important; } .have_comment { display: none !important; }