KARAKTER.co.id, BONTANG – Fraksi PAN dan Partai Gelora menyampaikan pandangan umum terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Bontang Tahun Anggaran 2024.
Pernyataan itu disampaikan dan dibacakan Arfian Arsyad dari Fraksi Partai Gelora dalam rapat paripurna DPRD Bontang, Selasa (10/6/2025).
Menurut Arfian, sejumlah program strategis belum mendapat perhatian maksimal.
Ia menyoroti program penanggulangan banjir, pembangunan fasilitas publik, dan penanganan narkoba. “Khusus soal narkoba ini, masih merajalela di Bontang,” tegasnya.
Ia meminta Pemkot memberi perhatian serius dan masif terhadap peredaran narkoba.
Fraksi juga menyoroti dampak krisis ekonomi yang masih dirasakan masyarakat. Pemkot diminta lebih responsif membantu warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Di sektor pembiayaan, penerimaan tercatat sebesar Rp600,57 miliar. Sementara itu, pengeluaran pembiayaan hanya sebesar Rp49,06 miliar. Artinya, pembiayaan netto mencapai Rp551,51 miliar.
Adapun sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) 2024 tercatat sebesar Rp282,15 miliar, Fraksi menilai angka SiLPA tersebut masih tergolong tinggi.
Hal ini menunjukkan masih lemahnya perencanaan anggaran Pemkot Bontang. Anggaran yang tidak terserap justru kembali mengendap dan tak berdampak nyata.
Karena itu, Fraksi mendesak agar OPD berkinerja lemah segera dievaluasi. Evaluasi itu penting untuk penyusunan anggaran di tahun berikutnya.
Fraksi menilai banyak program gagal karena lemahnya SDM dan kesalahan penjadwalan. Koordinasi teknis antar-OPD juga dinilai belum berjalan optimal.
Selain itu, Fraksi menyoroti lemahnya pengelolaan aset tetap, tata kelola pelaporan keuangan pun masih perlu banyak perbaikan.
Sejumlah rekomendasi disampaikan untuk dijalankan Pemkot, Di antaranya, segera menindaklanjuti temuan BPK secara tuntas, lalu memperbaiki kualitas perencanaan program sejak awal.
Fraksi juga mendorong peningkatan efisiensi dalam birokrasi. Menurut Fraksi, keberhasilan APBD bukan sekadar angka dan grafik. “Harus dirasakan manfaat nyatanya oleh masyarakat Bontang,” pungkasnya. (Adv)












