KARAKTER.co.id, BONTANG – Anggota DPRD Bontang, Ubayya Bengawan, angkat suara soal kasus DBD.
Ia menyoroti tingginya kasus di Kelurahan Loktuan.
“Dari Januari sampai Juni ini, Loktuan tertinggi, 32 kasus,” katanya, Selasa (10/6/2025).
Ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) lebih aktif di lapangan.
“Harus giat sosialisasi ke masyarakat,” ujarnya.
Ubayya juga mengimbau warga terapkan pola hidup bersih. Salah satunya dengan 3M.
“Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas,”jelasnya.
Barang yang bisa menampung air sebaiknya dikubur atau dibakar.
“Itu tempat nyamuk berkembang biak,” tambahnya.
Ia menegaskan pentingnya peran semua pihak.
“RT-RT juga harus dilibatkan,” bebernya.
Menurutnya, fogging juga perlu digalakkan.
“Pemerintah harus bertindak cepat,” katanya.
Jika ada kendala alat atau anggaran, bisa dibahas bersama DPRD.
“Kalau belum ada alat, bicarakan. Tapi kalau sudah ada, maksimalkan,” tegas Ubayya.
Berdasarkan data Dinkes, kasus DBD tertinggi ada di Loktuan (32 kasus).
Disusul Gunung Elai (17), Api-api (10), Belimbing (8), Bontang Kuala (7), Guntung (6), Gunung Telihan (5).
Bontang Baru, Bontang Lestari, Santimpo, Tanjung Laut, dan Tanjung Laut Indah masing-masing 3 kasus.
Kanaan ada 2 kasus. Berbas Pantai dan Berbas Tengah nihil.
Untuk kasus Demam Dengue (DD), Loktuan tercatat 12 kasus.
Api-api 11 kasus.
Gunung Telihan dan Berbas Pantai masing-masing 10 kasus. Tanjung Laut 6 kasus.
Gunung Elai 4 kasus.
Bontang Baru, Bontang Kuala, dan Berbas Tengah masing-masing 7 kasus.
Tanjung Laut Indah 5, Belimbing 2, Bontang Lestari 2, Kanaan 2, Santimpo 2.
Guntung nihil.
Politisi Golkar itu, menutup dengan ajakan.
“Mari hidup bersih dan sehat. Kita lawan DBD bersama,” pungkasnya. (Adv)












