KARAKTER.co.id, BONTANG – PDIP prihatin atas meningkatnya kasus kekerasan anak.
Fraksi minta penegakan hukum yang tegas dan terkoordinasi.
Sosialisasi perlindungan perempuan dan anak harus digalakkan.
“Kita targetnya Bontang menjadi kota layak anak,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Winardi saat rapat paripurna, Rabu (11/6/2025).
Galian C di Bontang Barat jadi sorotan. Aktivitas tambang masuk kawasan hutan lindung.
Fraksi PDIP minta pemerintah segera benahi perizinan. Pemkot diminta pastikan ketersediaan bahan bangunan terjaga. Juga awasi tambang agar berjalan berkelanjutan dan sesuai regulasi.
“Harus mengacu pada Permen LHK nomor 8 tahun 2021 dan Perda Kota Bontang nomor 6 tahun 2003 untuk segera memastikan perizinan dan menindaklanjutinya,” tegasnya.
Sampah di perumahan jadi keluhan warga.
Fraksi PDIP minta pengangkutan sampah dilakukan minimal dua hari sekali. Terutama di akhir pekan dan hari besar.
Pemutusan honorer yang bekerja di bawah dua tahun ikut disorot. Banyak dari mereka sudah berkontribusi nyata. Fraksi PDIP minta solusi. “250 honorer yang putus kontrak, kiranya Pemkot segerah atasi, agar tidak menambah pengangguran,” bebernya.
“Salah satunya pelatihan dan penempatan ke sektor swasta dan BUMD,” tambahnya.
Peredaran narkoba dinilai masih tinggi.
Fraksi minta tindakan preventif dan edukatif digencarkan.
“Pemkot harus aktif lakukan rehabilitasi dan sinergi dengan komunitas dan instansi,” pungkasnya. (Adv)












