Kaltim  

Pekerjakan Penyandang Disabilitas, Perusahaan Retail Eramart Raih Penghargaan dari Pemkot Samarinda

KARAKTER.CO.ID, Samarinda – Perusahaan retail Eramart menerima penghargaan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) atas komitmennya dalam memberikan kesempatan kerja kepada para penyandang disabilitas. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas keberpihakan dunia usaha terhadap kelompok rentan dalam dunia ketenagakerjaan.

Staff HR Recruitment Eramart, Abdullah Kasim, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan berdasarkan data yang sebelumnya telah dihimpun oleh Disnaker Samarinda mengenai karyawan penyandang disabilitas yang bekerja di Eramart.

“Seingat saya, pihak Disnaker memang pernah meminta data terkait karyawan yang berkebutuhan khusus. Mungkin karena data dari kami sudah ada, maka kami yang dipilih untuk menerima penghargaan ini,” ujar Abdullah, saat diwawancarai di booth loker Eramart, Rabu (25/6/2025).

Saat ini, Eramart mempekerjakan penyandang disabilitas dari dua kategori utama, yakni disabilitas fisik dan disabilitas intelektual. Penempatan mereka disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang memungkinkan.

“Kami tahu bahwa pekerjaan di sektor retail itu cukup variatif. Maka, yang kami lakukan adalah mencocokkan antara kemampuan calon pekerja dengan jenis pekerjaannya,” katanya.

Misalnya, beberapa penyandang disabilitas intelektual ditempatkan pada pekerjaan fisik ringan seperti bagian gudang atau logistik. Sementara mereka yang memiliki keterbatasan fisik tetapi dengan kecermatan tinggi, seperti hanya memiliki satu kaki namun mampu bekerja teliti, diberikan posisi sebagai admin.

“Saya pernah melihat sendiri salah satu admin kami, yang kakinya hanya satu, naik turun tangga untuk memeriksa retur barang. Semangatnya luar biasa,” cerita Abdullah dengan bersemangat.

Abdullah mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar delapan penyandang disabilitas yang bekerja di Eramart atau sekitar 1 persen dari total karyawan.

“Saya memang tidak tahu detail proses rekrutmen awalnya karena sebagian dari mereka sudah bekerja sebelum saya bergabung. Tapi yang pasti, kami terus berupaya memberi ruang yang sesuai bagi mereka,” katanya.

Namun, ia juga mengakui bahwa tak semua jenis pekerjaan di perusahaan bisa diakses oleh penyandang disabilitas. Hal ini menjadi tantangan utama dalam menyeimbangkan kesempatan kerja dengan kemampuan dan keselamatan kerja mereka.

“Kami tidak menutup mata, memang tidak semua posisi bisa diisi oleh teman-teman disabilitas. Tapi harapan ke depan, semoga ada lebih banyak pekerjaan yang bisa menyesuaikan dengan kondisi fisik mereka,” terangnya.

Menurutnya, para penyandang disabilitas justru kerap menunjukkan semangat kerja yang lebih tinggi daripada karyawan lain.

“Kadang saya merasa, semangat mereka jauh lebih tinggi dari kami yang fisiknya utuh. Mereka masih semangat kerja, sementara sebagian dari kita malah masih rebahan,” ujarnya dengan nada reflektif.

Sebagai penutup, Abdullah menyampaikan harapan dan pesan semangat kepada para penyandang disabilitas yang tengah mencari pekerjaan atau sedang berjuang mempertahankan pekerjaannya.

“Jangan pernah menyerah. Rezeki itu sudah ada yang atur. Kalian itu unik, punya esensi masing-masing. Kadang kalian enggak sadar, tapi sebenarnya kalian itu adalah inspirasi buat kami,” tutupnya. (Bey)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.read_related { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .bio_avatar { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .beritaxx_related { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .area_footer_menu taxx_clear { display: none !important; } .after_title { display: inline !important; font-size: 14px !important; } .secondary_content { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .footer { display: none !important; } .taxxfooter { display: none !important; } .have_comment { display: none !important; }