KARAKTER.co.id, BONTANG – Komisi A DPRD Bontang menyoroti pelayanan di Puskesmas, terutama di Bontang Selatan II dan I. Bukan hanya soal fasilitas dan tenaga medis. Ruang tunggu yang sempit juga menjadi perhatian.
Antrean panjang kerap terjadi. Pasien menumpuk di ruang tunggu. Ini dikhawatirkan memicu penularan penyakit. Sebab, masing-masing pasien memiliki keluhan berbeda.
Sebagai solusi, Puskesmas Bontang Selatan II kini mendorong warga menggunakan aplikasi Mobile JKN. Sistem ini memungkinkan pasien mendaftar secara daring. Tujuannya mengurai antrean di lokasi.
Wakil Ketua Komisi A DPRD, Ubayya Bengawan, mengapresiasi upaya tersebut. Ia menyebut langkah itu cerdas dan tepat sasaran. Sosialisasi kepada warga juga dinilai berjalan baik.
“Saya apresiasi bu dokter. Sosialisasinya bagus. Karena ruang tunggu memang sempit dan berisiko,” ujar Ubayya.
Ia menambahkan, penggunaan aplikasi bisa membuat pasien datang sesuai jadwal. Tidak perlu lagi menunggu terlalu lama.
“Kalau bisa tepat waktu, antrean jadi lebih tertib,” tambahnya.
Kepala Puskesmas Bontang Selatan II, dr. Livia Fitriati, juga angkat bicara. Ia menyebut antrean manual sangat merepotkan. Bahkan sebelum jam 7 pagi, warga sudah memadati halaman.
“Dulu belum buka pagar pun sudah banyak yang berdiri di depan,” jelasnya.
Pertemuan ini berlangsung pada 7 Juli 2025. Bertempat di lantai 2 Puskesmas Bontang Selatan II. Hadir dalam rapat, Ketua Komisi A DPRD Bontang Heri Keswanto dan Ubayya Bengawan.
Selain itu, anggota lain seperti Muhammad Yusuf, Arfian Arsyad, dan Irfan juga tampak hadir. Kepala Dinas Kesehatan Bahtiar Mabe turut mendampingi. (Adv)












