KARAKTER.CO.ID, Samarinda – Gelaran Job Fair atau Joker 2025 hasil kolaborasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda dengan Samarinda Central Plaza (SCP) resmi ditutup, Jumat (31/10/2025).
Acara yang berlangsung selama dua hari ini berhasil mempertemukan ribuan pencari kerja dengan puluhan perusahaan dari berbagai sektor industri, perdagangan, dan jasa.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, yang hadir menutup secara resmi kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dan berharap sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dapat terus terjalin.
“Alhamdulillah, selama dua hari pelaksanaan Job Fair di SCP ini berjalan dengan baik dan ramai dikunjungi. Saya berterima kasih kepada Disnaker dan manajemen SCP atas kerja sama yang baik,” ucapnya, Jumat (31/10/2025) sore.
Wawali menilai kegiatan Job Fair bukan sekadar ajang mencari pekerjaan, melainkan juga sarana bagi masyarakat, khususnya anak muda, untuk menemukan arah karier dan jati diri sesuai kemampuan masing-masing.
“Kalau seseorang belum bekerja, dia belum tahu jati dirinya. Belum tahu apa keahliannya dan di mana dia cocok. Nah, melalui kegiatan seperti ini, mereka bisa mengenal dunia kerja, menyesuaikan kemampuan, dan akhirnya menemukan karier yang bermakna,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya sikap disiplin dan semangat bagi para pencari kerja maupun peserta magang agar mampu memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan.
“Jangan sampai yang diterima justru malas. Kalau begitu bagaimana perusahaan mau lanjut kerja sama? Karena itu, saya harap teman-teman yang magang atau bekerja nanti bisa menyesuaikan diri dan memberi hasil yang baik. Bersyukurlah karena sekarang magang pun sudah ada aturannya dan dapat biaya hidup,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Saefuddin menekankan agar para peserta tidak hanya berorientasi pada mendapatkan pekerjaan, tetapi lebih jauh memahami makna karier yang memberi nilai bagi diri sendiri dan lingkungan.
“Karier yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tapi juga bagi perusahaan dan masyarakat. Kalau sudah ada keselarasan antara pekerja dan pemberi kerja, insyaallah akan langgeng dan saling menguntungkan,” pesan Saefuddin.
Ia pun mendorong Disnaker untuk terus mempermudah akses informasi lowongan kerja bagi masyarakat Samarinda, termasuk melalui kanal digital dan sistem informasi tenaga kerja yang lebih interaktif.
“Sekarang mencari kerja itu sudah lebih mudah, tinggal cari informasi di platform resmi. Tidak seperti dulu kita harus sebar lamaran ke mana-mana. Jadi manfaatkan teknologi dengan baik,” imbuhnya.
Menutup sambutannya, Wawali berharap kegiatan seperti Job Fair dapat menjadi agenda rutin yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Samarinda serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Samarinda ini kota penyanggah, banyak masyarakat dari luar datang mengadu nasib. Kalau lapangan kerja terbuka luas, ekonomi akan meningkat dan masyarakat bisa hidup lebih sejahtera. Semoga ke depan kegiatan seperti ini terus berlanjut dan membawa keberkahan bagi semua,” pungkasnya. (**)












