KARAKTER.CO.ID, PPU – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) selama Ramadan 1447 Hijriah dipastikan menggunakan skema makanan kering dalam kemasan kotak kertas dan dibawa pulang oleh siswa.
Hal tersebut ditegaskan Andi Singkerru, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) PPU saat menjelaskan pola distribusi MBG yang menyesuaikan dengan kondisi siswa yang menjalankan ibadah puasa.
“Diberikan makanan kotak dalam bentuk kemasan kering. Ya, makanan kering,” ujarnya, Kamis (19/2 ) kemarin.
Menurutnya, paket MBG tidak menggunakan ompreng dan tidak dikonsumsi di sekolah. Seluruh makanan dibagikan dalam kotakan kertas untuk dibawa pulang dan disantap saat berbuka puasa.
Ia menegaskan, menu basah hanya dimungkinkan apabila sekolah menggelar kegiatan buka puasa bersama dan telah berkoordinasi jauh hari dengan pihak SPPG serta pemerintah daerah.
“Kalau ada buka puasa bersama, boleh saja diberikan makanan basah. Tapi harus diinformasikan jauh-jauh hari sebelumnya. Harus ada koordinasi antara sekolah dan SPPG,” tegasnya.
Andi juga mengingatkan agar pelaksanaan MBG, termasuk jika melibatkan UMKM, tetap mengutamakan standar keamanan pangan. Ia menolak praktik pengambilan makanan dari luar tanpa pengawasan ketat ahli gizi.
Karena itu, ia meminta agar pengelola SPPG tidak sembarangan menjalin kerja sama penyediaan makanan, termasuk untuk menu kering.
Produk yang diperbolehkan dari luar, menurutnya, hanya makanan dan minuman kemasan pabrikan yang memiliki tanggal kedaluwarsa jelas, seperti susu dan air mineral.
Selain itu, ia mendorong agar penyedia benar-benar memiliki fasilitas pendukung memadai, termasuk penyimpanan yang layak.
“Kalau mau kerja sama, harus siap. Ini menyangkut keselamatan anak-anak,” tandasnya. (**)












