KARAKTER.co.id, Bontang – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memperkuat sinkronisasi data kependudukan agar program pemerintah berjalan tepat sasaran.
Hal itu disampaikannya saat membuka Workshop Penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Kota Bontang Tahun 2026 yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) di Hotel Tiara Surya, Selasa (12/5/2026).
Menurut Agus Haris, pembangunan kependudukan menjadi fondasi penting dalam mendukung arah pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, ia meminta seluruh OPD menyusun program berbasis data riil masyarakat.
“Data harus riil dan berbasis kondisi keluarga agar intervensi pemerintah tepat sasaran,” katanya.
Ia menilai setiap wilayah di Bontang memiliki karakteristik sosial dan ekonomi yang berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang disesuaikan. Wilayah industri hingga kawasan pengembangan seperti Bontang Lestari disebut memerlukan perhatian khusus, terutama pada sektor pendidikan dan kesejahteraan keluarga.
Selain itu, Agus Haris juga menyoroti tantangan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tengah pertumbuhan penduduk. Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk harus dibarengi dengan produktivitas dan kualitas SDM yang baik.
“Jangan sampai jumlah penduduk banyak, tetapi produktivitasnya rendah,” ujarnya.
Workshop tersebut menghadirkan narasumber dari Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Nurika Khoiriyah, dan diikuti 25 peserta dari OPD terkait serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Bontang berharap roadmap pembangunan kependudukan 2026 dapat menjadi acuan dalam menyusun kebijakan yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat. (Adv)












