KARAKTER.co.id, BONTANG – Pemerintah Kelurahan Api-Api memanfaatkan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia untuk memperkuat kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan melalui berbagai kegiatan gotong royong dan kerja bakti.
Lurah Api-Api, Fachrizal, mengatakan kondisi lingkungan di wilayahnya kini jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu. Menurutnya, peningkatan tersebut didukung oleh semakin aktifnya warga mengikuti kegiatan kerja bakti yang rutin digelar di tingkat RT.
“Alhamdulillah kondisi lingkungan sudah lebih baik. Beberapa RT kini rutin melaksanakan kerja bakti, ada yang dua kali hingga empat kali dalam sebulan,” ujar Fachrizal, Kamis (5/6/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Gerakan Sampahku Menjadi Tanggung Jawabku (GESIT) yang digagas Pemerintah Kota Bontang. Program itu telah disosialisasikan kepada seluruh ketua RT dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Menurutnya, para ketua RT secara mandiri menggerakkan warga untuk bergotong royong membersihkan lingkungan dan turut melibatkan pihak kelurahan maupun instansi terkait.
“RT sangat aktif mengajak warga kerja bakti dan berkolaborasi dengan berbagai pihak,” katanya.
Kegiatan bersih-bersih dilakukan secara bergilir di seluruh wilayah Kelurahan Api-Api. Pekan ini kegiatan dipusatkan di RT 41, sementara pekan berikutnya akan berpindah ke wilayah RT lainnya.
Fachrizal menuturkan, Program GESIT tidak hanya berfokus pada kegiatan pembersihan lingkungan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah dari rumah tangga, termasuk pemilahan sampah dan tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.
“Ada edukasi pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan hingga bagaimana masyarakat bertanggung jawab terhadap sampahnya,” ujarnya.
Meski kondisi kebersihan lingkungan terus membaik, masih terdapat sejumlah titik yang memerlukan perhatian khusus, terutama kawasan sungai yang memiliki cakupan cukup luas.
“Beberapa wilayah sungai memang belum bisa dibersihkan secara maksimal karena kondisi dan luas areanya,” ungkapnya.
Selain persoalan sampah, pembersihan drainase dan sungai juga menjadi fokus utama pemerintah kelurahan untuk mengurangi risiko banjir yang masih menjadi tantangan di wilayah Api-Api.
“Banjir masih menjadi persoalan utama. Karena itu, pembersihan drainase dan sungai terus kami dorong agar dampaknya bisa diminimalkan,” katanya.
Fachrizal berharap peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dapat menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
“Kesadaran masyarakat harus terus dibangun melalui edukasi dan aksi nyata menjaga lingkungan,” tutupnya. (Adv)












