Wawali Bontang Minta Kader Posyandu Maksimalkan Peran Jelang Operasi Timbang 2026

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris.

KARAKTER.co.id, Bontang – Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengajak seluruh kader Posyandu meningkatkan kinerja dan partisipasi aktif dalam upaya percepatan penurunan stunting menjelang pelaksanaan Operasi Timbang serentak Tahun 2026.

Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Koordinasi dan Penyegaran (Refreshing) Kader Posyandu Persiapan Operasi Timbang Tahun 2026 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti kader Posyandu dari 15 kelurahan serta dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang dan jajaran terkait.

Dalam sambutannya, Agus Haris mengapresiasi dedikasi para kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan dan penanganan stunting.

“Saya sangat bangga melihat semangat yang luar biasa dari para kader Posyandu pada pagi hari ini,” ujarnya.

Menurut Agus, stunting masih menjadi isu prioritas nasional yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan keluarga dan balita di lingkungan masing-masing.

Ia menjelaskan, Operasi Timbang yang dijadwalkan berlangsung pada 9-13 Juni 2026 akan menjadi dasar pemetaan kondisi balita di Kota Bontang. Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan dianalisis oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) untuk menentukan prioritas intervensi.

Fokus penanganan akan diarahkan kepada balita dengan gizi buruk, anak yang berat badannya tidak mengalami kenaikan selama dua bulan berturut-turut, serta keluarga yang masuk kategori berisiko stunting.

“Data hasil Operasi Timbang akan menjadi dasar untuk menentukan langkah-langkah penanganan yang lebih tepat dan terukur,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah warga guna menggali informasi terkait pola makan keluarga, kondisi sanitasi, kesehatan anak, pola pengasuhan, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Menurut Agus, pendekatan tersebut penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai faktor penyebab stunting sehingga program yang disusun dapat lebih tepat sasaran.

“Data yang terkumpul akan menjadi dasar penyusunan program dan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Bontang menegaskan Operasi Timbang merupakan langkah strategis untuk memperoleh data akurat mengenai kondisi balita di daerah. Data tersebut akan digunakan sebagai acuan dalam merancang berbagai intervensi penanganan stunting yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu, Pemkot Bontang optimistis target percepatan penurunan stunting dapat tercapai guna mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.read_related { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .bio_avatar { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .beritaxx_related { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .area_footer_menu taxx_clear { display: none !important; } .after_title { display: inline !important; font-size: 14px !important; } .secondary_content { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .footer { display: none !important; } .taxxfooter { display: none !important; } .have_comment { display: none !important; }