KARAKTER.co.id, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang resmi memulai Operasi Timbang Serentak Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat upaya percepatan penurunan stunting. Kegiatan tersebut dipusatkan di Ruang Rapat DPMPTSP Kota Bontang, Selasa (9/6/2026), dan dipimpin langsung Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
Sebanyak 9.840 balita menjadi sasaran operasi timbang yang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Kota Bontang. Pendataan ini bertujuan memperoleh gambaran kondisi balita secara menyeluruh sebagai dasar penyusunan program intervensi kesehatan dan gizi yang lebih tepat sasaran.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, menjelaskan operasi timbang sengaja dilaksanakan lebih awal sebelum Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).
“Operasi timbang yang dilakukan saat ini mendahului SSGI, harapannya ada waktu untuk intervensi menghadapi SSGI,” ujarnya.
Sementara itu, Neni Moerniaeni menegaskan penanganan stunting harus dimulai sejak sebelum kelahiran. Menurutnya, masih adanya bayi yang lahir dalam kondisi stunting menjadi salah satu penyebab angka stunting belum turun secara signifikan.
“Kenapa stunting tidak turun, karena ada ibu yang baru melahirkan yang anaknya lahir dengan stunting. Nah ini yang harus kita cegah,” tegasnya.
Ia menambahkan, upaya penurunan stunting tidak cukup hanya melalui kegiatan timbang serentak. Diperlukan pendekatan yang lebih menyeluruh, mulai dari penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), perbaikan sanitasi lingkungan, pemenuhan gizi ibu hamil, hingga edukasi bagi calon pengantin.
“Penanganan stunting harus dimulai sejak awal. Bukan hanya saat anak sudah lahir, tetapi juga memastikan kesehatan ibu hamil, lingkungan yang sehat, dan kesiapan calon orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” katanya.
Melalui Operasi Timbang Serentak 2026, Pemkot Bontang berharap memperoleh data balita yang akurat dan mutakhir sebagai dasar penentuan intervensi yang lebih efektif dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan generasi penerus. (Adv)












