267 Balita Alami Stunting di Bontang Utara 1, Puluhan Anak Berpeluang Segera Pulih

KARAKTER.co.id, BONTANG – Puskesmas Bontang Utara 1 terus mengintensifkan upaya penanganan stunting melalui intervensi yang disesuaikan dengan kondisi setiap anak. Berdasarkan hasil pendataan terbaru, sebanyak 267 balita di wilayah kerja puskesmas tersebut masih teridentifikasi mengalami stunting dari total 2.692 balita yang dipantau.

Tak hanya itu, petugas juga menemukan 168 balita mengalami wasting atau kekurangan gizi, sementara 40 balita tercatat mengalami stunting sekaligus wasting. Kelompok terakhir menjadi perhatian utama karena memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat kombinasi masalah pertumbuhan dan kekurangan gizi.

Kepala Puskesmas Bontang Utara 1, I Wayan Santika, mengatakan penanganan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pemberian makanan bergizi. Setiap balita yang teridentifikasi stunting maupun wasting terlebih dahulu menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab utama gangguan pertumbuhannya.

Menurutnya, tidak sedikit kasus stunting dipengaruhi oleh penyakit penyerta yang membuat penyerapan nutrisi anak menjadi tidak optimal. Karena itu, tenaga kesehatan melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap kemungkinan adanya penyakit kronis yang dialami balita.

“Kami tidak hanya melihat masalah gizinya. Anak-anak ini juga kami telusuri kemungkinan memiliki penyakit kronis seperti TBC, penyakit jantung bawaan, atau kondisi lain yang memengaruhi penyerapan nutrisi,” ujarnya, Senin (13/7/2026).

Setelah penyebabnya diketahui, puskesmas menentukan bentuk intervensi yang paling sesuai bagi masing-masing anak. Ada balita yang memperoleh Pemberian Makanan Tambahan (PMT), ada yang diberikan susu berkalori tinggi, hingga pendampingan intensif bagi orang tua mengenai pola asuh dan pemberian makan yang tepat.

Selain itu, petugas kesehatan juga melakukan pemantauan rutin terhadap perkembangan berat badan dan tinggi badan balita agar hasil intervensi dapat dievaluasi secara berkala.

Dari hasil pemantauan tersebut, Puskesmas Bontang Utara 1 telah mengidentifikasi 46 balita yang dinilai memiliki peluang besar keluar dari kategori stunting apabila intervensi yang diberikan terus berjalan secara optimal.

“Kami melihat jarak status gizinya sudah sangat dekat dengan kategori normal. Itu yang kami kejar agar bisa segera pulih,” kata Wayan.

Ia menambahkan, keberhasilan penanganan stunting tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif keluarga. Orang tua diharapkan rutin membawa anak ke posyandu, memperhatikan kecukupan gizi, menjaga sanitasi lingkungan, serta mengikuti seluruh edukasi yang diberikan petugas kesehatan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.read_related { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .bio_avatar { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .beritaxx_related { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .area_footer_menu taxx_clear { display: none !important; } .after_title { display: inline !important; font-size: 14px !important; } .secondary_content { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .footer { display: none !important; } .taxxfooter { display: none !important; } .have_comment { display: none !important; }