KARAKTER.CO.ID, Samarinda – Rumah Sakit Mulya Medika Samarinda menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan darurat bagi masyarakat tanpa melihat status asuransi maupun kemampuan membayar. Hal itu ditegaskan Direktur RS Mulya Medika, Andi Satya Adi Saputra, dalam konferensi pers, Selasa (9/9/2025).
“Jika ada warga yang membutuhkan layanan gawat darurat, kami pasti terima dan layani. Yang utama adalah kasusnya memang emergency,” ujar Andi.
Meski begitu, saat ini RS Mulya Medika belum bisa menerima pasien dengan BPJS Kesehatan. Alasannya, rumah sakit masih menunggu proses akreditasi sebagai salah satu syarat utama kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
Manajemen menargetkan akreditasi tersebut bisa rampung dalam waktu satu bulan. Dengan demikian, kerja sama dengan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Jasa Raharja, hingga berbagai penyedia asuransi swasta dapat segera dilakukan.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat akreditasi selesai, sehingga peluang kerja sama dengan BPJS maupun asuransi lainnya semakin terbuka. Saat ini pasien tetap bisa dilayani, baik secara pribadi maupun dengan beberapa asuransi swasta yang sudah bermitra dengan kami,” jelas Andi.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah daerah juga menjadi faktor penting agar percepatan akreditasi berjalan lancar. Dengan begitu, masyarakat Samarinda bisa segera menikmati layanan kesehatan yang terintegrasi dengan berbagai jaminan kesehatan.
“BPJS mensyaratkan rumah sakit harus terakreditasi dulu. Karena itu, percepatan ini sangat penting. Kalau sudah terakreditasi, maka akses pasien untuk menggunakan JKN, BPJS, maupun asuransi lainnya akan semakin luas,” tegasnya.
Hadirnya RS Mulya Medika di Samarinda diharapkan bisa menambah pilihan layanan kesehatan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat. (Bey)












