Bontang Lestari Jadi Fokus, Dinkes Siapkan Inovasi Orang Tua Asuh untuk Anak Stunting

Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati. (Foto: Niwil)

KARAKTER.co.id, BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang mulai memfokuskan penanganan stunting di wilayah dengan kasus tertinggi. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Kelurahan Bontang Lestari.

Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, mengatakan penanganan masalah gizi tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang sama.

Sebab, kondisi stunting, wasting, maupun underweight memiliki kebutuhan intervensi yang berbeda.

“Stunting ada, wasting ada, underweight ada. Di segmen-segmen itu kebutuhannya, penanganannya berbeda,” ujarnya saat di temui pada Selasa (8/9/2026).

Ia menyebut, sesuai arahan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, pihaknya kini tengah mendorong penanganan yang lebih spesifik berdasarkan kebutuhan masing-masing anak.

Bontang Lestari dipilih sebagai salah satu wilayah yang akan menjadi lokasi percontohan inovasi penanganan stunting. Dinkes saat ini masih mematangkan konsep tersebut sebelum nantinya diterapkan secara lebih luas.

Salah satu inovasi yang tengah disiapkan yakni melibatkan orang tua asuh untuk mendampingi anak-anak yang mengalami stunting.

“Rencananya ada orang tua asuh. Satu orang tua asuh memegang berapa dari anak-anak stunting,” ungkapnya.

Menurutnya, konsep tersebut masih dalam tahap pembahasan sehingga teknis pelaksanaannya belum dapat disampaikan secara rinci.

Namun, skema pendampingan diharapkan dapat membuat intervensi terhadap anak stunting lebih terarah dan sesuai kebutuhannya.

Dinkes juga akan terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi gizi anak melalui berbagai kegiatan yang telah berjalan, termasuk Operasi Timbang.

Toetoek menegaskan, penanganan stunting tidak hanya berorientasi pada penurunan angka, tetapi juga memastikan setiap anak mendapatkan intervensi sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.

“Yang jelas, kita akan fokus kepada daerah yang paling besar stuntingnya, yaitu Bontang Lestari. Saat ini kita sedang berprogres ke arah sana untuk inovasi,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.read_related { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .bio_avatar { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .beritaxx_related { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .area_footer_menu taxx_clear { display: none !important; } .after_title { display: inline !important; font-size: 14px !important; } .secondary_content { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .footer { display: none !important; } .taxxfooter { display: none !important; } .have_comment { display: none !important; }