KARAKTER.co.id, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau yang melanda wilayah tersebut.
Imbauan itu disampaikan Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Kota Bontang, Anwar Sadat, saat menghadiri kegiatan Bontang Kuala Bersholawat di halaman Kantor Kelurahan Bontang Kuala, Jumat (4/9/2026) malam.
Mewakili Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Anwar mengatakan kondisi kemarau saat ini perlu menjadi perhatian bersama.
Terlebih, berdasarkan kondisi di lapangan, hampir 30 hektare lahan di sejumlah wilayah Bontang telah terbakar.
“Bontang memang tidak begitu signifikan seperti di tempat lain, tetapi sampai saat ini kurang lebih sudah hampir 30 hektare lahan terbakar di berbagai tempat,” ujarnya.
Menurut Anwar, kondisi tersebut tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Ia mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir kondisi asap di Bontang cukup pekat. Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker sebagai langkah antisipasi.
“Kalau beraktivitas di luar, gunakanlah masker. Kemudian jangan membuang sampah, karena nanti menambah lagi jumlah asap kita,” katanya.
Anwar juga mengapresiasi petugas Damkar, BPBD, serta aparat keamanan yang terus berjibaku menangani kebakaran di sejumlah wilayah.
Ia mengajak masyarakat turut membantu pemerintah dengan mencegah potensi kebakaran dari lingkungan masing-masing.
“Mari kita sama-sama bergotong royong, bahu-membahu mencegah timbulnya bencana asap di Kota Bontang dengan menjaga milik kita masing-masing, menjaga rumah kita dan sebagainya dari kebakaran,” tegasnya.
Selain imbauan terkait karhutla, Anwar mengajak masyarakat menjaga semangat kebersamaan dan toleransi.
Menurutnya, kondisi Kota Bontang yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang menjadi kekuatan yang harus terus dipelihara.
“Kita boleh berbeda, tetapi kita tetap satu sebagai masyarakat Kota Bontang. Mari kita jaga toleransi, keamanan, kebersihan lingkungan, dan hidupkan kembali semangat gotong royong,” pungkasnya. (Adv)












