KARAKTER.co.id, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan meresmikan Posko Terpadu Mitigasi, Siaga, dan Penanggulangan Karhutla di kawasan Bontang Lestari, Selasa (1/9/2026).
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, luas lahan yang terdampak karhutla di Kota Bontang saat ini mencapai kurang lebih 27 hektare.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemkot Bontang, terlebih kawasan Bontang Lestari memiliki cukup banyak ruang terbuka hijau yang rawan terdampak apabila terjadi kebakaran.
Neni menilai pencegahan harus menjadi prioritas. Salah satunya melalui penyuluhan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan maupun membakar sampah dengan cara yang berpotensi memicu kebakaran.
“Dengan penyuluhan yang dilakukan sampai tingkat RT, insyaallah tidak ada lagi masyarakat atau petani yang membuka lahan dengan cara membakar. Karena ini berbahaya,” ujarnya.
Ia mengapresiasi tim penyuluhan dari pemerintah pusat yang telah memberikan edukasi kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kota Bontang.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan koordinasi dan kolaborasi antara Pemkot Bontang, TNI-Polri, perusahaan, BPBD, Damkar, hingga masyarakat.
“Kita berharap dengan adanya penyuluhan dari tim pusat tentunya tidak ada lagi masyarakat yang membakar lahannya, membakar sampah dan lain sebagainya,” katanya.
Selain itu, dia juga mengingatkan masyarakat mengenai dampak asap kebakaran terhadap kesehatan.
Ia menyebut asap hasil pembakaran dapat mengandung berbagai zat berbahaya yang berisiko mengganggu sistem pernapasan.
Karena itu, ia berharap keberadaan Posko Terpadu Karhutla dapat memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mempercepat koordinasi apabila terjadi kebakaran di wilayah Bontang.
“Insyaallah dengan koordinasi dan kolaborasi kita bersama, permasalahan karhutla di Kota Bontang kalau terjadi bisa kita tangani,” pungkasnya. (Adv)












