Bakhtiar Wakkang Desak Pemkot Bontang Serius Meninjau Ekonomi Kreatif

KARAKTER.CO.ID – Anggota Komisi II DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk segera meninjau kembali terkait Ekonomi Kreatif di Kota Bontang. Agar peruntukkan jelas sehingga dapat mendukung pemuda-pemudi lokal agar lebih produktif dalam berkarya.

“Kalau Bontang ini mau kita kembalikan pada kota industri dan jasa, maka pengembangan ekonomi kreatif harus segera dibuatkan peraturan. Dan itu hanya bisa dilakukan ketika kajian induk yang seharusnya sudah dipersiapkan Dispopar,” katanya.

Selain itu legislator Nasdem ini juga meminta agar pemkot lebih teliti lagi melihat peluang yang ada.

“Karena Kalimantan Timur akan diperuntukkan sebagai Ibu Kota Negara (IKN), Kota Bontang juga harus mengimbangi dengan mendukung pelaku industri kreatif dan itu bisa diwujudkan melalui Raperda,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dinas Pemuda Olahraga dan Parawisata (Dispopar) Bontang, Bambang Cipto Mulyono, melalui Kepala Seksi Pembinaan Pengembangan Objek Wisata, dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Deddy Arianto mengatakan, bahwa sektor Ekonomi kreatif tidak masuk di UMKM, pun yang sudah masuk dalam kategori Ekonomi Kreatif terdiri dari 17 subsektor.

Pengelompokkan Ekraf terdiri dari kuliner fashion, musik, film video animasi, arsitektur, seni rupa, seni pertunjukan, aplikasi, kriya, radio, dan televisi, desain, komunikasi visual, periklanan, penerbitan/media massa, desain interior, desain produk, pengembang permainan, fotografi.

“Jumlah pelaku usaha Ekraf saat ini sekitar 543. Yang dimana dalam pengembangannya didunia kriya adalah pembinaan dan edukasi penjualan secara online, bidang fashion kami mendorong pelaku wastra untuk mengurus paten dan merk dagang ke Kemenkum HAM Kaltim, dan masih banyak lagi di bidang-bidang lainnya,” ungkap Deddy Arianto, Selasa (8/6/2021).

Ia juga berharap masyarakat Bontang terkhususnya anak-anak muda lebih banyak berproduktivitas sehingga perekonomian bisa tumbuh kembali seperti di negara-negara maju. (*)

Reporter : Enggar Ap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.read_related { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .bio_avatar { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .beritaxx_related { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .area_footer_menu taxx_clear { display: none !important; } .after_title { display: inline !important; font-size: 14px !important; } .secondary_content { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .footer { display: none !important; } .taxxfooter { display: none !important; } .have_comment { display: none !important; }