Bakhtiar Wakkang Minta Pemerintah Bangun Lift di Pasar Tamrin

KARAKTER.CO.ID – Komisi II DPRD Bontang meminta pemerintah melalui dinas terkait agar segera membangun fasilitas penunjang berupa Lift di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin).

Hal ini diungkapkan anggota komisi II DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang dalam rapat bersama Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bontang membahas terkait operasional dan tata kelola pasar.

“Kita tahu saat ini tata kelola pasar tidak konek dan banyak dikeluhkan pedagang maupun pembeli terutama soal akses masuk pasar,” ujarnya, Selasa (4/10/2022).

Menurutnya, keberadaan Lift di Pasar Tamrin sangat dibutuhkan untuk mempermudah akses pedagang dan pembeli. Terutama saat akan memobilisasi barang-barang dagangan, mengingat Pasar Tamrin terdiri dari 4 lantai.

“Kita liat sekarang itu kondisi di sana, banyak yang tutup karena apa, aksesnya susah apalagi kalau pedagang mau bawa naik dagangnya. Jadi kayak hidup segan mati tak mau,” timpalnya.

Menanggapi itu, Kepala Diskop-UKMP Kamilan mengapresiasi usulan tersebut. Apalagi saat ini lantai 4 Pasar Tamrin sudah difungsikan menjadi pusat Mal Pelayanan Publik (MPP). Sehingga keberadaan Lift sangat dibutuhkan.

Meski demikian Kamilan mengaku tidak bisa menjanjikan kapan pengadaan Lift itu bisa direalisasikan. Mengingat keterbatasan anggaran Diskop-UKMP pada tahun 2023 mendatang hanya Rp 18 miliar.

“Saya rasa usulan Lift ini memang perlu tapi kita tidak bisa menjanjikan kapan realisasinya. Karena anggaran kita hanya Rp 18 miliar. Sementara Rp 5,3 miliar anggaran itu diperuntukkan untuk operasional 3 Pasar. Seperti air, listrik, internet dan bayar 55 cleaning service,” bebernya.

Ia pun berharap agar anggaran Diskop-UKMP 2023 mendatang bisa ditambah, untuk alokasi pengadaan Lift di Pasar Tamrin. Namun, jika tidak memungkinkan Kamilan berharap agar pengadaan Lift bisa dilakukan melalui OPD lain.

“Kita berharapnya bisa ditambah anggarannya untuk tahun depan, tapi kalau memang tidak bisa mungkin bisa melalui OPD lain yang anggarannya cukup,” tandasnya.(SY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.read_related { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .bio_avatar { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .beritaxx_related { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .area_footer_menu taxx_clear { display: none !important; } .after_title { display: inline !important; font-size: 14px !important; } .secondary_content { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .footer { display: none !important; } .taxxfooter { display: none !important; } .have_comment { display: none !important; }