KARAKTER.CO.ID – Sampah menumpuk di beberapa titik jalan Bontang, sampah-sampah yang dimasukkan dalam plastik berbagai warna dan karung berukuran besar, serta ada juga yang meluber dari wadahnya, tampak beberapa sisa makanan dan botol minuman berserakan ditepi-tepi jalan.
Hal ini membuat Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris angkat bicara, pemandangan ini menurutnya buntut kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang yang gagal, yakni menarik tong sampah.
Semestinya, sebelum aturan ini diterapkan, Pemerintah melalui dinas terkait turun ke tengah-tengah warga Kota Taman untuk menyampaikan informasi ini. Agar warga paham. Tidak lagi membuang sampah dipinggir jalan.
“Proses merubah kebiasaan masyarakat itu tidak gampang harus, maka harus ada kordinasi antara seluruh stakeholder terkait untuk mensosialisasikan ini, ” ujarnya.
Selain itu, pemerintah dianggap tidak memberikan jalan keluar dari regulasi ini. Sehingga apa yang diinginkan tercapai, bukan malah muncul masalah baru.
“Mestinya sebelum ditarik itu disiapkan, dulu solusi barunya seperti apa. Ini justru jadi masalah baru,” ujarnya.
Solusi yang dimaksud seperti, menyediakan motor pengangkut sampah yang langsung mengambil ke rumah warga. Dengan begitu warga lebih dimudahkan dan sampah tidak menumpuk atau berserakan di bahu jalan.
“Ya kalau tong sampahnya ditarik, Pemkot harus belikan motor tiga roda pengangkut sampah sebagai solusi, ” sarannya.
Ketua DPD Gerindra Bontang ini meminta Pemerintah dapat mewujudkan motor roda tiga pengangkut sampah ini, dengan membudgetkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bontang 2023 ini.
“Masing-masing kelurahan dibelikan motor tiga roda pengangkut sampah dan disiapkan petugasnya,” pintanya.
Reporter: Ira












