KARAKTER.CO.ID – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak cepat menangani penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bontang .
Hal tersebut Muhammad Irfan lontarkan seiring adanya 161 kasus penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti menjangkiti masyarakat Kota Taman sepanjang tahun 2023. Terlebih sudah memakan korban jiwa, tercatat Mei 2023 terdapat satu pasien yang meninggal dunia (MD).
Ia meminta Dinkes melakukan langkah-langkah pencegahan secara intensif agar tidak penambahan korban. Baik yang positif DBD apalagi hingga menelan korban jiwa lagi.
“Jangan sampai korban bertambah. Petugas kesehatan harus segara melakukan penanganan mengantisipasi DBD semakin menyebar”, ujar pria yang sekaligus mitra Dinkes ini, Selasa (13/6/2023).
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menyarankan pihak terkait rutin melakukan fogging. Pasalnya Kota Bontang termasuk daerah endemis, sehingga penyebaran nyamuk penyebab DBD ini berkembang pesat.
“Mungkin dengan rutin melakukan fogging ke setiap daerah. Apalagi Bontang tergolong daerah endemis”, ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Irfan mengajak masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui 3M, guna mencegah bertelurnya nyamuk DBD atau Aedes Aegypti.
Yakni mulai dari menguras tempat-tempat penampungan air seminggu sekali, menutup rapat tempat-tempat penampungan air serta mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air.
Untuk diketahui, 161 kasus DBD tersebut tersebar di tiga kecamatan Kota Bontang. Terbanyak di Kecamatan Bontang Utara sebanyak 77 kasus, selanjutnya Bontang Barat 43 kasus, dan 41 kasus di Bontang Selatan. Sementara satu orang meninggal pada bulan Mei 2023 lalu.
Reporter: Ira












