KARAKTER.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menginstruksikan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkupnya menyumbangkan telur dua piring mulai 8 Agustus 2023 kemarin.
Program ini dilaksanakan sebagai usaha penurunan angka stunting di Bontang yang masih terhitung banyak, program ini juga bertujuan untuk memperoleh target nasional penurunan angka stunting pada 2024 yang akan datang.
Menimpali instruksi tersebut Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Agus Haris menilai pemerintah keliru jika program dua piring telur dibebankan ke perangkat daerah.
“Salah kaprah itu kalau pemerintah bilang OPD wajib nyumbang telur. Kenapa tidak langsung dianggarkan saja”, ujarnya beberapa waktu lalu.
Ia menuturkan, semestinya pemerintah secara langsung menyalurkan anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang khusus untuk mengatasi dan pencegahan stunting.
Menurutnya anggaran yang di gunakan secara langsung akan lebih baik untuk pemenuhan gizi balita. Selain nutrisi dari telur nutrisi dari susu, daging, dan makanan penyeimbang gizi lain yang akan didapatkan untuk keluarga berisiko stunting.
Ia juga mengatakan pemerintah bisa bekerjasama dengan perusahaan buffer zone untuk mengatasi masalah stunting di Bontang, sehingga penanganannya lebih terarah.
Agus Haris berharap pemerintah segera menindaklanjuti usulan tersebut agar bisa dimasukkan pada vague APBD-Perubahan yang akan datang, sehingga penggunaan anggarannya dapat dipertanggungjawabkan
Lebih lanjut ia meminta dinas terkait melakukan pendataan kepada masyarakat yang kurang mampu dan berada di lingkungan tinggi stunting, supaya bantuan yang bakal didistribusikan tepat sasaran.
“Nanti secara teknis program ini bisa dikelola dinas kesehatan dan dinas sosial. Tinggal dihitung seberapa besar masyarakat tidak mampu, jadi sasarannya tepat”, katanya.
“Anggarkan saja selagi APBD-Perubahan belum dibahas dan diserahkan ke DPRD, ubah dari sekarang”, timpalnya.
Penulis: Ira












