Butuh Kepastian, Amir Tosina Kembali Pertanyakan Progres Kapal Rute Bontang – Mamuju

KARAKTER.co.id – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Amir Tosina kembali mempertanyakan terkait kepastian kapal cepat penyeberangan rute Bontang – Mamuju (Sulawesi Barat).

Pasalnya hingga kini belum ada informasi lanjut mengenai kapan pengerjaan kapal tersebut akan selesai. Sementara akhir tahun 2023 lalu, ia menerima kabar jika progresnya sudah mencapai 50 persen.

“Tahun lalu dishub menyampaikan katanya tinggal pemasangan mesin, bodinya sudah selesai. Ini sudah berjalan berapa bulan belum ada informasi lagi,” terangnya.

Terlebih, adanya Kapal Motor (KM) Benua Raya untuk rute Bontang – Mamuju sangat dinantikan masyarakat lantaran lebih efisien. Selain itu mereka tak perlu jauh-jauh ke kota tetangga, Samarinda dan Balikpapan.

Atos menilai rute tersebut tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga mengurangi biaya. Bahkan kata dia, adanya penyebrangan ini bisa menjadi potensi meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat yang berdagang.

“Rute ini akan berdampak positif, terutama bagi warga yang mengambil dagangan dari Mamuju ke Bontang ataupun sebaliknya,” timpalnya.

Penyeberangan ini tidak hanya akan dinikmati penduduk Bontang semata. Akan tetapi juga warga Mamuju yang berada di Kutai Timur, di antaranya Sangatta, Bengalon, Sangkulirang.

“Kita butuh kepastian, apalagi banyak yang menanti penyebrangan Bontang – Mamuju berjalan,” tutupnya.

Ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) lebih komunikatif dan meninjau kembali terkait pengerjaan kapal yang digadang-gadang hanya membutuhkan 8 jam untuk menyeberang ke Sulawesi Barat (Sulbar).

“Pemerintah harus bergerak cepat. Kunjungi galangan yang mengerjakan supaya ada informasi terbaru, jadi masyarakat tidak bertanya-tanya lagi,” tutupnya.

Penulis : Rae

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.read_related { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .bio_avatar { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .beritaxx_related { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .area_footer_menu taxx_clear { display: none !important; } .after_title { display: inline !important; font-size: 14px !important; } .secondary_content { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .footer { display: none !important; } .taxxfooter { display: none !important; } .have_comment { display: none !important; }