KARAKTER.co.id, BONTANG – DPRD Bontang kembali mempertemukan pengusaha lokal dan perusahaan industri besar.
Wakil Ketua Komisi B, Winardi, turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Ia menyampaikan dukungan atas proyek pabrik soda ash milik PKT. Menurutnya, proyek ini sangat penting untuk masa depan Bontang.
“Ini bukan proyek biasa. Ini yang pertama di Indonesia,” katanya.
Ia menilai proyek ini akan membuka banyak peluang kerja. Juga memberi ruang bagi keterlibatan pengusaha lokal.
Winardi menyebut, nilai investasi proyek mencapai triliunan rupiah dan berharap proyek ini tidak tertutup bagi pelaku usaha lokal.
“Kita ingin proyek ini bermanfaat nyata untuk warga,” tegasnya.
Menurutnya, pengusaha lokal punya kapasitas yang memadai. Mereka hanya butuh akses dan kesempatan yang adil.
Ia juga menyentil pentingnya regulasi ditegakkan secara tegas.
“Kita punya Perda tentang tenaga kerja lokal. Itu harus dijalankan,” ujarnya.
Winardi ingin setidaknya 75% tenaga kerja berasal dari Bontang. Ia juga ingin pengusaha lokal dilibatkan dari tahap awal proyek.
“Jangan tunggu sudah selesai baru dilibatkan,” pesannya.
Dalam forum itu, ia sempat menyampaikan analogi ringan.
“Silaturahmi itu seperti pendekatan cinta,” ujarnya berseloroh.
Menurutnya, hubungan yang terbuka harus dimulai dengan komunikasi.
Winardi juga mengungkap struktur kerja proyek soda ash. Pabrik dikerjakan oleh kontraktor ATI dan PSC.
PSC adalah perusahaan asing yang punya pengalaman di Tiongkok. Ia meminta pengusaha lokal paham mekanisme kerja proyek ini.
Ia yakin pengusaha Bontang mampu bersaing secara sehat.
“Kualitas lokal sudah terbukti. Tinggal diberi ruang,” katanya.
Namun ia mengingatkan agar tidak memaksakan diri.
“Kerjakan sesuai kapasitas. Jangan melebihi kemampuan,” ujarnya.
Sebagai Ketua HIPMI, Winardi juga menyampaikan pesan penting.
“Kita harus jaga nama baik pengusaha lokal,” tegasnya.
Menurutnya, integritas dan konsistensi adalah kunci kepercayaan. Ia mengapresiasi sikap terbuka dari perusahaan seperti PKT.
DPRD, katanya, siap menjadi jembatan komunikasi ke depan.
“Kalau ada kendala, sampaikan. Kami siap bantu,” pungkasnya. (Adv)












