Kunjungan Posyandu Tembus 90 Persen, Puskesmas Bontang Utara 1 Nilai Jadi Kunci Penurunan Stunting

Kepala Puskesmas Bontang Utara 1, I Wayan Santika. (Niwil)

KARAKTER.co.id, BONTANG – Tingginya kesadaran masyarakat membawa balita ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penurunan angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Bontang Utara 1. Capaian kunjungan yang kini menembus lebih dari 90 persen dinilai berperan besar dalam mempercepat deteksi dini gangguan pertumbuhan sekaligus memastikan intervensi dilakukan tepat sasaran.

Kepala Puskesmas Bontang Utara 1, I Wayan Santika, mengatakan angka kunjungan Posyandu tersebut telah melampaui target minimal 80 persen yang ditetapkan. Menurutnya, semakin banyak balita yang rutin datang ke Posyandu, semakin mudah tenaga kesehatan memantau kondisi tumbuh kembang anak dari bulan ke bulan.

“Semakin banyak balita yang datang ke Posyandu, semakin cepat kami mengetahui perubahan status gizinya sehingga bisa langsung diintervensi,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, Posyandu bukan sekadar tempat penimbangan berat badan maupun pencatatan administrasi. Data yang dihimpun dari setiap kegiatan Posyandu menjadi sumber informasi penting dalam menentukan langkah penanganan stunting secara cepat dan akurat.

Selama ini, lanjut Wayan, masih ada anggapan bahwa data Posyandu hanya berfungsi sebagai pelengkap laporan. Padahal, apabila diolah secara optimal, data tersebut mampu menunjukkan balita yang mengalami perlambatan pertumbuhan maupun anak yang berisiko mengalami stunting sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas kesehatan.

Untuk mendukung proses tersebut, Puskesmas Bontang Utara 1 mengembangkan inovasi digital EMAS BU1 (Evaluasi dan Monitoring Anak Sehat). Melalui sistem ini, seluruh data hasil pemantauan Posyandu dapat dianalisis secara lebih cepat sehingga petugas tidak lagi hanya mengandalkan pencatatan manual.

EMAS BU1 memungkinkan petugas mengetahui balita yang tidak hadir ke Posyandu, memantau perkembangan tinggi dan berat badan setiap bulan, hingga mengidentifikasi anak yang memerlukan perhatian khusus. Bahkan, keluarga balita yang terpantau berisiko dapat segera dihubungi untuk mendapatkan pendampingan maupun edukasi terkait pola asuh dan pemenuhan gizi.

Menurut Wayan, pemanfaatan teknologi digital tersebut membuat proses pemantauan menjadi lebih efektif dan membantu tenaga kesehatan mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat.

Ke depan, Puskesmas Bontang Utara 1 juga berencana mengembangkan fitur notifikasi kepada orang tua. Sistem ini nantinya akan mengingatkan jadwal Posyandu sekaligus memberikan informasi apabila terdapat perubahan pada hasil pemantauan pertumbuhan anak.

“Kami ingin orang tua menjadi kader bagi anaknya sendiri sehingga pemantauan pertumbuhan bisa dilakukan sejak dari rumah,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.read_related { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .bio_avatar { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .beritaxx_related { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .area_footer_menu taxx_clear { display: none !important; } .after_title { display: inline !important; font-size: 14px !important; } .secondary_content { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .footer { display: none !important; } .taxxfooter { display: none !important; } .have_comment { display: none !important; }