KARAKTER.co.id, BONTANG – Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, mengingatkan pemerintah daerah agar tidak hanya berbangga dengan tingginya persentase realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, indikator keberhasilan harus diukur dari sejauh mana potensi pendapatan mampu digali secara maksimal.
Ia menilai capaian pendapatan yang melebihi target belum tentu mencerminkan kinerja optimal apabila target awal yang ditetapkan terlalu rendah. Karena itu, penyusunan target PAD harus didasarkan pada potensi riil yang dimiliki setiap organisasi perangkat daerah (OPD).
“Jangan hanya melihat angka persentasenya tinggi. Kalau target yang dipasang sejak awal kecil, tentu mudah terlampaui. Yang perlu kita dorong adalah bagaimana potensi yang sebenarnya bisa dihitung dan dimaksimalkan,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Rustam mengatakan salah satu cara untuk mengoptimalkan potensi tersebut adalah dengan memperluas penerapan sistem digital dalam pelayanan maupun transaksi penerimaan daerah. Menurutnya, sistem berbasis aplikasi akan membuat seluruh transaksi lebih mudah dipantau dan mengurangi peluang terjadinya kebocoran.
“Semakin banyak proses yang dilakukan secara digital, semakin mudah pemerintah mengawasi setiap transaksi. Dengan begitu, peluang penerimaan yang hilang juga bisa ditekan,” katanya.
Ia mencontohkan kebiasaan masyarakat yang kini semakin akrab dengan pembayaran non-tunai. Kondisi itu dinilai menjadi momentum bagi pemerintah untuk menyesuaikan sistem pelayanan agar lebih modern dan efisien.
“Kalau masyarakat sudah terbiasa bertransaksi lewat aplikasi, pemerintah juga harus mengikuti perkembangan itu. Jangan sampai pelayanan masih tertinggal, padahal teknologi sudah sangat mendukung,” pungkasnya. (Adv)












